Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMENUHAN infrastruktur masih menjadi prioritas utama bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara). Utamanya infrastruktur pendukung konektivitas antardaerah di provinsi termuda di Tanah Air.
Hal dilakukan sebagai upaya untuk membuka keterisolasian wilayah.
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, membangun konektivitas antarawilayah sangat penting. Dengan terbangunnya infrastruktur antarwilayah, seperti jalan dan jembatan akan mempercepat pembangunan di daerah. Terutama dalam pemerataan pembangunan.
Dengan terkoneksinya kondisi jalan, Irianto optimistis pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar juga berkembang pesat. Dan, yang lebih penting lagi pelayanan kepada masyarakat akan lebih mudah.
“Kita akui, sejauh ini sarana infrastruktur kita masih minim. Terutama lagi di daerah pedalaman dan perbatasan. Untuk itulah, kita memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Tak hanya di wilayah pedalaman dan perbatasan, tapi juga akses yang menghubungkan antarkabupaten. Termasuk jalan menuju kawasan strategis yang menjadi rencana pengembangan ke depan. Seperti salah satunya ke Kawasan Industri,” urai Irianto.
Sebagai provinsi baru, dengan nilai APBD yang sangat kecil, dukungan dari pemerintah pusat pun sangat diharapkan. Untuk itulah, Gubernur bersama jajarannya selalu intens berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Baik secara langsung dengan Presiden, maupun melalui kementerian-kementerian terkaitnya.
Dan, dukungan dari pusat sangat responsif. Apalagi program tersebut sejalan dengan agenda pembangunan nasional. Yaitu, membangun Indonesia dari pinggiran. “Alhamdulillah, kita sangat berterima kasih kepada pemerintah, utamanya presiden Jokowi. Dukungan ke Kaltara sangat besar. Utamanya untuk pembangunan infrastruktur di perbatasan,” ujarnya.
Dukungan dari pusat direalisasikan kucuran dana yang begitu besar. Pada 2019, misalnya pemerintah melalui APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara), mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,1 triliun lebih untuk melanjutkan pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Kaltara. Termasuk di antaranya jalan di perbatasan.
Begitu pun pada 2020, APBN 2020 mengalokasikan anggaran Rp700,10 miliar untuk pembangunan jalan perbatasan. “Untuk itu, sudah sepantasnya kita sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat, terkhusus kepada Bapak Presiden dan Wakil Presiden RI, maupun jajaran kementerian yang telah memberikan perhatian kepada Kaltara. Utamanya dalam pemberian dukungan dana untuk pemenuhan infrastruktur,” kata Irianto.
“Alhamdulillah, ini juga merupakan hasil usaha kita yang tak lelah terus melakukan komunikasi dan koordinasi yang instensif dengan pusat,” tandasnya.
Bangun jalan perbatasan
Melalui APBN 2020, pemerintah mengalokasikan anggaran senilai Rp700,10 miliar untuk pembangunan jalan perbatasan. Anggaran tersebut digunakan untuk melanjutkan kegiatan beberapa ruas jalan perbatasan yang selama ini sudah dilakukan.
Di antaranya pembangunan jalan Long Boh-Metulang (buka hutan) panjang efektif 4,30 kilometer, pembangunan jalan Long Kemuat-Langap 1 panjang efektif 2,6 kilometer.
Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) XII, Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Perbatasan (PJP) Provinsi Kaltara juga menyebutkan APBN juga untuk pembangunan jalan Long Nawang menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dengan panjang efektif 2,5 kilometer. Selain itu, untuk pemeliharaan rutin jalan perbatasan dengan panjang efektif 283,33 kilometer dan pembangunan jalan Malinau-Semamu 1 yang merupakan proyek multiyears, serta pemeliharaan rutin jembatan perbatasan.
“Adapula pembangunan jalan Long Semamu-Long Bawan, pembanguan jalan Long Semamu-Long Bawan. Dengan total panjang efektif 30,74 Km,” ungkap Gubernur.
Irianto juga menerima informasi terdapat beberapa perubahan pada kegiatan 2020, yakni pada paket yang sudah berjalan, sebagian anggarannya di refocussing pada 2021.
Sementara itu, masih sesuai laporan Satker PJP Provinsi Kaltara, pada 2019, kegiatan pembangunan infrastruktur, termasuk pemeliharaan jalan di perbatasan Kaltara realisasinya sudah mencapai 100%.
Dari total 17 paket pada 2019, hanya tinggal optimalisasi penyelesaian pada 2 paket. Yakni pada paket pembangunan jembatan semi permanen (MYC) Long Pujungan-Langap, dan jembatan Long Boh-Long Nawang CS.
Gubernur mengungkapkan, pada 2019, melalui APBN dialokasikan dana Rp733,3 miliar (setelah revisi) untuk pembangunan dan pemeliharan jalan serta jembatan di perbatasan Kaltara.
Irianto mengungkapkan penuntasan jalan trans-Kalimantan yang menjadi akses antarkabupaten di Kalimantan, merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperlancar konektivitas antarwilayah. Dengan terkoneksinya antardaerah dengan lancar, Gubernur yakin pertumbuhan ekonomi akan berkembang pesat. “Dengan akses transportasi yang mudah, logistik barang juga mudah. Sehingga secara ekonomi, jika ongkos transportasi murah, akan menekan harga barang. Dan yang lebih penting lagi pelayanan kepada masyarakat akan lebih mudah,” kata Gubernur lagi.
Salah satu upaya membuka keterisolasian wilayah, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah adalah terus mempercepat penyelesaian membangun jalan menuju beberapa wilayah perbatasan yang selama ini belum terjangkau lewat jalur darat, salah satunya jalan dari Malinau hingga Krayan, Kabupaten Nunukan.
Pembangunan jalan itu merupakan usulan Pemprov Kaltara yang disampaikan Gubernur Irianto dalam beberapa pertemuan nasional, termasuk pada Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas). Bahkan secara langsung kepada Menteri PUPR maupun ke Presiden.
“Alhamdulillah, usulan (jalan Malinau–Krayan) itu diakomodir, bahkan mendapat prioritas dari pemerintah pusat. Sejak mulai dikerjakan beberapa tahun lalu, menurut laporan dari Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XII Balikpapan, sekarang sudah bisa terhubung. Bisa dilalui atau fungsional, namun belum lancar. Apalagi jika hujan, masih sulit dilalui,” kata Gubernur.
Diungkapkan, jalan Malinau–Krayan merupakan satu dari beberapa koridor jalan perbatasan yang kini tengah dibangun pemerintah.
Pemprov Kaltara, lanjutnya, juga mendukung fungsionalnya jalan tersebut. Yaitu dengan membangun ruas-ruas jalan provinsi. Dengan demikian, jalan koridor yang dibangun dapat dimanfaatkan oleh masyarakat hingga di tingkat perdesaan dan kecamatan.
Ekonomi tumbuh
Dampak positif pembangunan di Kaltara ditunjukkan oleh pertumbuhan ekonomi. Tren positif pertumbuhan ekonomi di Kaltara terus meningkat sejak Kaltara berdiri hingga menginjak usia 7 tahun lebih.
Hal itu terlihat, pada 2019, ekonomi Kaltara tumbuh 6,91% dibandingkan 2018 (c-to-c), tumbuh 4,04% dibandingkan Triwulan III-2019 (q to q), dan tumbuh 6,04% (y-on-y).
“Pertumbuhan ekonomi di Kaltara cukup fluktuatif. Namun trennya naik. Perekonomian Kalimantan Utara tahun 2019 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp97,46 triliun rupiah dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp61,83 triliun,” paparIrianto.
Peningkatan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kaltara itu, lanjutnya, memberikan dampak positif bagi pengurangan jumlah penduduk miskin sebesar 0,26% atau 910 orang. Jumlah penduduk miskin pada 2016 sebanyak 49.470 jiwa atau 7,22%. Pada 2017, penduduk miskin turun menjadi 48.560 jiwa atau 6,96%, dan pada 2018 6,86% (49,59 ribu jiwa).
Pada September 2019, angka penduduk miskin di Kaltara mencapai 48,61 ribu jiwa atau 6,49% dari total jumlah penduduk. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2019 sebesar 48,78 ribu jiwa (6,63%), maka jumlah penduduk miskin secara absolut berkurang 0,2 ribu orang atau berkurang 0,14%.
Dampak positif juga terjadi pada angka inflasi. Pada 2016, inflasi mengalami penurunan sebesar 4,39% menjadi 3,61% pada 2017 dan 2018 merupakan inflasi paling rendah dari provinsi-provinsi di Pulau Kalimantan.
Data terakhir, secara tahunan, hingga 2019, tingkat inflasi di Kaltara mencapai 3,01% atau jauh di bawah rata-rata nasional. Dengan inflasi sebesar itu, Bank Indonesia menilai bahwa pemerintahan di Kaltara, terhitung mampu menjaga stabilitas harga dengan baik. (*/S1-25)
Pengembangan kota mandiri baru di koridor utara-timur Jakarta memasuki tahun keempat dengan hunian, area komersial, sekolah, serta rencana CBD dan infrastruktur modern.
Sepinya pasar rakyat di Indonesia bukan semata-mata disebabkan oleh maraknya perdagangan daring, melainkan buruknya infrastruktur dan lemahnya sistem pengelolaan pasar.
Pertumbuhan infrastruktur yang pesat, ditambah dengan ekspansi kawasan industri, semakin mempertegas prospek Cibarusah sebagai pusat investasi yang menjanjikan.
Anwar-Reny mencatat capaian program BERANI di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, mulai dari 23.568 beasiswa hingga layanan kesehatan bagi 135.084 warga.
KPK mengagendakan ulang pemeriksaan mantan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pada 2-6 Maret 2026 terkait dugaan korupsi proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api.
Permintaan terhadap rumah berkonsep premium di wilayah penyangga Jakarta terus meningkat, terutama di kawasan dengan akses dan infrastruktur yang berkembang pesat.
Pengaruh bibit siklon tropis, sistem tekanan rendah, serta sirkulasi siklonik memicu peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai kawasan.
Hujan petir berpotensi terjadi di Kepulauan Riau dan Kalimantan Selatan. Selain itu, perlu diwaspadai udara kabur di Kalimantan Barat dan Papua Pegunungan
Douglas Soledo, jantan berusia 17 tahun, dan Robina, betina berusia 25 tahun telah melalui proses rehabilitasi panjang sebelum akhirnya dinyatakan siap kembali ke alam liar.
Fokus utama program ini adalah memutus rantai keterbatasan akses dengan menyediakan beasiswa prestasi dan pembiayaan studi profesi bagi para guru.
"Kami bukan menghadirkan cerita dari point of view (pov) korban makhluk mistis itu, melainkan kami angkat folklore sebagai akar dari Kuyang dengan emosi yang universal,"
MG resmikan dealer di Pontianak. Ini dealer kedua MG di Pulau Kalimantan sebagai perluasan layanan penjualan dan purnajual di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved