Jumat 20 November 2020, 01:40 WIB

Cilacap makin Kelelep Banjir

(LD/AD/UL/RF/DW/YR/OL/N-2) | Nusantara
Cilacap makin Kelelep Banjir

ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/nz
BANJIR CILACAP MELUAS: Foto udara banjir yang menggenangi enam desa di wilayah Kecamatan Kroya, Cilacap, Jateng, Kamis (19/11/2020)

 

KOMBINASI curah hujan tinggi dan tanggul sungai jebol membuat warga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menderita. Sebanyak 1.323 kepala keluarga atau 3.811 jiwa harus mengungsi karena tempat tinggal mereka terendam banjir dalam tiga hari terakhir.

“Banjir belum surut, bahkan meluas. Hari ini ada 14 kecamatan yang dikepung banjir dari hari sebelumnya 11 kecamatan,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Tri Komara Sidhy, kemarin.

Dia juga menyatakan 23 titik tanggul sungai jebol. Curah hujan yang tinggi menyebabkan air sungai meluap. Tidak hanya banjir, tanah longsor juga terjadi di 14
desa di 3 kecamatan. “Empat rumah roboh, 9 rusak berat, 2 rusak sedang, dan 43 rumah rusak ringan,” lanjut Tri Komara.

Kemarin, Cilacap tidak sendiri. Hujan deras juga menderta wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. “Tebing setinggi 30 meter longsor dan menutup jalan sepanjang 100 meter di Kampung Gadog, Jayapura, Kecamatan Cigalontang,” lapor Kabid Kedaruratan BPBD Irwan.

Peristiwa itu menyebabkan warga dari tujuh desa terkendala untuk beraktivitas. Mereka harus mengambil jalur alternatif yang jaraknya lebih jauh.

Di luar Jawa, banjir rob membuat 40 rumah di Kampung Pelangi, Kelurahan Pasir Putih, Bukit Intan, Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung, dipenuhi air laut. “Meski belum mengungsi, warga harus menyelamatkan barang barang dan peralatan rumah tangga. Kami sudah mengirim tim untuk membantu mereka,” kata Kepala BPBD Bangka Belitung Mikron Antariksa.

Sambaran petir juga menjadi bencana bagi tiga warga di Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan. Mereka tewas saat berteduh di bawah pohon di wilayah Desa Karanglantang, Baturaja Timur. “Petir menyambar pohon dan ketiganya tewas di tempat kejadian,” ujar Kepala BPBD Amzar Kristofa.

Di perairan, cuaca juga tidak berpihak pada nelayan. Empat nelayan asal Bali diduga hilang di perairan selatan Lombok, Nusa Tenggara Barat, setelah bertolak dari Pelabuhan Benoa. “Pencarian sudah tiga hari dilakukan, belum ada hasilnya,” kata Kepala Basarnas Mataram Nanang Sigit.

(LD/AD/UL/RF/DW/YR/OL/N-2)

Baca Juga

MI/Wibowo Sangkala

Karang Taruna Banten Lirik Peluang Usaha

👤Wibowo Sangkala 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 22:00 WIB
Karang Taruna Banten berusaha menjadi akselerator dari sisi akses penunjang bagi kelancaran usaha para anggota Karang Taruna yang...
MI/CRI CANON RIA DEWI

Sinergi BUMN dan BUM-Des Percepat Pemulihan Ekonomi di Lampung

👤Cri Canon Ria Dewi 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 21:10 WIB
Pemprov Lampung terus membuat terobosan baru berupa program-program unggulan yang bersinergi dengan BUM-Des dan Desa...
MI/YOSE HENDRA

PT Pangansari Utama Saling Sinergi Kembangkan Nasi Padang Instan

👤Yose Hendra 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 21:08 WIB
Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatra Barat Efendi melihat peluncuran Nasi Padang Instan merupakan wujud implementasi masa depan pangan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mengenal Skandal Menghebohkan Pandora Papers

Rahasia kekayaan para elite kaya yang berasal dari 200 negara dan wilayah di dunia terungkap melalui dokumen Pandora Papers

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya