Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
CENGKERAMAN bencana belum lepas dari kawasan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Akibatnya, banjir terus meluas, tanah longsor bertambah, dan korban angin kencang juga
meminta perhatian.
“Hari ini banjir meluas ke 11 kecamatan. Tanah longsor dan angin kencang mengepung 3 kecamatan,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Tri
Komara Sidhy, kemarin.
Jumlah warga terdampak bencana mencapai 36 ribu jiwa atau 15 ribu kepala keluarga, 1.518 jiwa di antaranya harus mengungsi. “Kroya, Sidareja, dan Bantarsari menjadi kecamatan yang paling terdampak,” lanjutnya.
Sementara itu, tanah longsor terjadi di Kecamatan Cimanggu dan Karangpucung. Dua rumah hancur dan 31 lainnya rusak ringan.
Di Kabupaten Banyumas, Basuki, 52, korban tanah longsor di Desa Banjarpanepen, Sumpiuh, ditemukan sudah tidak bernyawa. Sebelumnya, tiga anggota keluarganya juga dievakuasi dalam keadaan sudah meninggal dunia.
“Jenazah Basuki terjepit batu dan potongan kayu di kedalaman tanah longsor 1,5 meter,” ungkap Kepala Pelaksana Harian BPBD Titik Puji Astuti.
Bahorok
Kemarin, banjir bandang mengamuk di lokasi wisata Landak River di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Berlangsung selama tiga jam, air bah menyapu seluruh bangunan warung di atas sungai.
“Banjir bandang membawa material kayu gelondongan berukuran besar. Kayu-kayu inilah yang merusak sejumlah sarana dan bangunan di kawasan wisata,” kata Camat Bahorok, Dameka Singarimbun.
Banjir bandang juga menyapu lokasi wisata lain, yakni Batu Kapal dan Salah Pangeran. Namun, Landak River mengalami kerusakan terparah.
Humas Polres Langkat Aiptu Yasir Rahman mengakui adanya kayu gelondongan dalam material banjir bandang. “Tapi, itu bukan karena ada pembalakan di kawasan hutan. Kami menduga kayu itu berasal dari pohon yang tumbang akibat tanah longsor dan terbawa air bah.”
Hujan deras juga menyebabkan banjir rob melanda pesisir Probolinggo, Jawa Timur. Air laut mengepung Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan. “Sudah empat hari, rob merendam ribuan rumah dan jalan-jalan desa. Ketinggian air di permukiman mencapai 70 sentimeter,” ujar Kepala BPBD Jatim Yanuar Rachmadi.
Angin kencang juga menyebabkan kerusakan di Kabupaten Badung, Bali, dan Tasimalaya, Jawa Barat. Di Badung, angin menyebabkan pohon besar tumbang dan menimpa bangunan tempat ibadah di Desa Pikah, Abiansemal.
Kerugian materi mencapai Rp1 miliar. Bencana serupa menyebabkan satu ruang kelas SMP Negeri Karangjaya, Tasikmalaya, ambruk.
Kejadian alam lain di Tanah Air ialah gempa tektonik yang dirasakan warga di Sumatra Barat dan Sumba, Nusa Tenggara Timur. Beruntung, kedua peristiwa itu tidak menjadi
bencana karena tidak menyebabkan kerusakan.
Di sisi lain, kejadian bencana yang terus-menerus di wilayah selatan, membuat Pemkab Cianjur, Jawa Barat, berencana membangun gudang logistik kebencanaan di wilayah itu. “Untuk reaksi cepat, gudang harus dibangun sebagai tempat penyimpanan peralatan dan kebutuhan bantuan,” kata Pjs Bupati Dudi Sudrajat Abdurachim. (YP/FL/RS/AD/YH/PO/BB/BK/MY/RF/N-2)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Sejumlah lahan pertanian rusak di Pasie Laweh, Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Bencana hidrometeorologi melanda negara bagian Minas Gerais, Brasil. Sedikitnya 32 orang tewas dan ribuan warga kehilangan tempat tinggal akibat curah hujan ekstrem.
Bencana longsor dan banjir melanda Minas Gerais, Brasil. 30 orang tewas dan 39 lainnya masih hilang di bawah puing-puing bangunan.
Warga menyeberangi Sungai Jabak menggunakan gondola darurat menuju Desa Gedangan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Pasca-kejadian, warga terpantau mulai bergotong royong membersihkan sisa-sisa reruntuhan dan memperbaiki atap rumah yang masih bisa diselamatkan secara swadaya.
Mendagri Tito Karnavian memaparkan skema bansos korban bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk bantuan Rp8 juta untuk rumah rusak berat serta Dana Tunggu Hunian Rp1,8 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved