Rabu 11 November 2020, 20:36 WIB

Kemenparekraf Tetapkan Sembilan Pola Perjalanan di Flores

Ignas Kunda | Nusantara
Kemenparekraf Tetapkan Sembilan Pola Perjalanan di Flores

MI/Ignas Kunda
.

 

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menetapkan sekitar sembilan pola perjalanan di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Penetapan tersebut dilakukan pada acara Focus Grup Discussion (FGD) finalisasi pola perjalanan wisata Overland Wonderful Flores di Ayana Hotel Labuan Bajo, Rabu (11/11).

Penetapan itu juga berdasarkan hasil kerja tim survei Overland Wonderful Flores yang telah singgah pada delapan kabupaten di Pulau Flores. Menurut Deputi Bidang Pengembangan Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kemenparekraf Rizki Handayani mengatakan Flores merupakan tempat terindah di dunia dari pengalamannya mengunjungi beberapa tempat di dunia.

Itu karena daerah tersebut memiliki perpaduan budaya alam dan religi. Selain itu, keramahan orang Flores. "Saya sudah jatuh cinta sama Flores sejak mengunjungi Komodo pada 1991," ujarnya.

Rizki juga menjelaskan bahwa ke depan pengalaman wisata menjadi penting sehingga para wisatawan tidak mudah lupa ketika mengunjungi Flores.

"Ke depan itu wisata experience. Jangan sampai isu Jakarta kebawa sampai di Flores. Lihat Flores sebagai satu kesatuan tidak perlu pembatasan wilayah soal wisata. Buatlah wisatawan terus experience agar sampai ke ujung Flores," paparnya.

Ia menyarankan rute perjalanan mulai dari yang menantang atau sulit dulu dari bagian timur, seperti Ende atau Larantuka. Akhir perjalanan di Labuan Bajo. Dalihnya, wisatawan dapat lebih rileks di Labuan Bajo. Untuk itu, aksesibilitas yang memadai sangat penting sehingga tidak membahayakan para wisatawan.

"Minimal 7 hari dia lama di Flores. Kembangkan Flores sebagai pariwisata berbasis partisipasi masyarakat. Jangan sampai artifisal yang hanya sebatas dokumen. Tahap kedua akan mengundang tour operator. Orang Jakarta jangan hanya tahu Labuan Bajo. Kalau ke Flores mesti ada pencerahan dalam hidup. Enlightment dalam hidupmu," pungkasnya.

Direktur Wisata Alam Budaya dan Buatan Kemenparekraf Alexander Reyaan mengimbuhkan pola perjalanan atau peta wisata itu diprioritaskan buat daerah wisata yang sudah siap. Tidak semua tempat wisata dijadikan destinasi dalam pola perjalanan ini.

Selain itu, menurut Alexander, pola perjalanan wisata di Pulau Flores itu merupakan satu dari enam pola perjalanan yang ada di seluruh Indonesia. Pola perjalanan wisata Flores akan diuji coba kalau sudah selesai.

"Fokus di satu tempat yang prioritas. Jangan sampai pilih semua dan semuanya tidak jadi. Kami akan uji coba dari arah timur ke barat di 2021. Pola perjananan ini tidak bermakna kalau tidak diturunkan menjadi paket wisata. Tahun depan kami menyiapkan tour operator atau guide," ungkap Alexander.

Alex melanjutkan setiap kabupaten hendaknya tidak berpatok pada pola perjalanan dengan destinasi yang hanya di kabupaten tersebut, tapi berkolaborasi dengan kabupaten lain. Tujuannya, para wisatawan merasa senang dan tidak mudah jenuh sehingga setiap kabupaten saling mendukung.

Selain itu, dalam pola perjalanan bukan hanya tempat tapi ada aktivitas kegiatan wisata alam budaya. "Atraksi secara konsep ada tempat dan aktivitas. Jadi jangan hanya alam tapi ada aktivitas lain yang bisa dilakukan oleh wisatawan seperti menenun. Kami sedang menyiapkan video,dan story telling. Kalau gereja bila hanya dilihat tidak menarik. Perlu dibuat narasi atau cerita soal itu biar menarik," ungkapnya.

Ketua Tim Survei Pola Perjalanan Overland Wonderful Flores, Ismayanti, yang juga dari Direktorat Wisata Alam Budaya Dan Wisata Buatan Kemenparekraf menjelaskan bahwa timnya menetapkan sembilan pola perjalanan Flores dalam aktivitas minat khusus berbasis budaya dan alam. Pada wisata budaya ada jalur wisata warisan budaya sejarah, jalur tenun, jalur kampung adat, jalur religi, dan jalur gastronomi.

Ada pula aktvitas minat khusus berbasis alam, yaitu jalur trekking dan sepeda, jalur vulkanologi, jalur kopi, serta konservasi sumber daya alam. "Semua ada sembilan pola perjalanan. Dari semua itu kami pilih destinasi yang sudah siap dan rata-rata di bagian selatan karena jalannya sudah baik. Dari sembilan itu kami akan menetapkan paket," katanya.

Anggota Tim Survei Overland Flores, Ina Djamhur, menyatakan Flores sudah kaya jalur bahari. Maka itu, pihaknya menarik wisatawan untuk menikmati jalur darat. Selama survei pada sisi utara, Flores punya keindahan yang luar biasa tapi terkendala jalan.

"Di bagian utara jalan dekat pinggir laut sangat indah tapi berisiko buat wisatawan. Cenderung selatan yang lebih siap," kata Ina.

Salah satu peserta dari Kabupaten Nagekeo yang mewakili unsur praktisi pariwisata, Kris Bronto, menjelaskan pola perjalanan ini sangat menarik sehingga orang tidak hanya datang ke Flores dan melihat Labuan Bajo. Wisatawan bisa terus ke arah timur menuju kabupaten-kabupaten lain, seperti kampung adat Kawa, Nunungongo, di Nagekeo, yang bisa dibuat paket berbarengan dengan kabupaten lain. (OL-14)

Baca Juga

Dok Humas Pemprov Kalimantan Selatan

209.884 Hektar Lahan Pertanian di Kalsel Rusak

👤Denny Susanto 🕔Rabu 20 Januari 2021, 07:27 WIB
Dewan Pengurus Serikat Petani Indonesia (SPI) Kalimantan Selatan mencatat ada 209.884 hektar lahan pertanian pangan yang mengalami...
ANTARA/Bayu Pratama S

BI Kaji Dampak Ekonomi Banjir Kalsel

👤Denny Susanto 🕔Rabu 20 Januari 2021, 07:16 WIB
Kalsel diprediksi akan mengalami lonjakan inflasi yang cukup tinggi pada triwulan pertama...
MI/Djoko Sardjono

Kasus Covid-19 di Klaten Naik, Belum Keluar Dari Zona Merah

👤Djoko Sardjono 🕔Rabu 20 Januari 2021, 07:13 WIB
Persebaran virus korona (covid-19) di di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, belum terkendali. Bahkan, setiap hari kasus terkonfirmasi...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya