Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Blora, Jawa Tengah siapkan keunggulan wisata berbasis sumber daya manusia (SDM) untuk mengimbangi potensi wisata desa yang ada, untuk dapat kembali mendongkrak kedatangan wisatawan di tengah pandemi covid-19. Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora Slamet Pamudji mengatakan Desa Bangsri dan Desa Bangowan secara
khusus tidak punya potensi wisata, tetapi pemimpin dan warganya punya potensi semangat yang luar biasa untuk mengembangkan desa wisata.
"Bermodal semangat membangun desa wisata ini dan menggandeng para akademisi dari Desa Wisata Institut, seluruh warga dilatih untuk menyiapkan SDM yang mumpuni di bidang wisata. Terutama menyambut wisatawan di masa pandemi covid-19 termasuk pelaksanaan protokol kesehatan (prokes). Semangat yang luar biasa pemimpin dan warga membangun wisata desa ini luar
biasa, ini akan menjadi modal untuk menterap ilmu dalam menyambut wisatawan yang akan berkunjung ke desanya," kata Slamet, Senin (9/11).
Pendampingan dan pelatihan Desa Wisata ini dilakukan selama 2 bulan (November-Desember) dilakukan meliputi diskusi dan melihat langsung kegiatan desa wisata, melihat hasil pengembangan produk wisata, serta diskusi penguatan produk wisata.
baca juga: Bali Terima Dana Hibah Pariwisata Rp1,183 Triliun
Sementara pendiri Desa Wisata Institusi dan pengelola Desa Wisata Pentingsari Yogyakarta, Doto Yogantoro mengatakan kondisi riil keramahan warga Desa Bangsri dan Bangowan menjadi modal besar. Sehingga ini akan menjadikan wisatawan berkunjung ke Blora akan sangat merasakan kentamanan saat bermalam di desa itu.
"Bermalam di homestay Desa Bangsri sangat luar biasa, suasana sedulur dan keramahannya sangat terasa," kata Doto Yogantoro.
Peneliti Pusat Studi Pariwisata UGM Destha T. Rahardjana di tempat yang sama mengatakan penerapan Sapra Pesona sangat penting untuk meningkatkan citra tempat wisata, sehingga pemetaan potensi dan penguatan SDM menjadi sumber dasar pengembangan wisata desa.
"Baik obyek dan pelaku wisata desa harus benar-benar siap," imbuhnya. (OL-3)
Ia menekankan bahwa kualitas fasilitas mencerminkan pengelolaan kawasan.
Hal yang sering sekali terlihat kurang dalam pemanfaatan cagar budaya disebabkan oleh titik berat dan bobotnya lebih berat kepada komersialisasi pariwisata.
Malaysia raih 42,2 juta wisman di 2025, sementara Indonesia lampaui target dengan 15,3 juta kunjungan. Simak perbandingan strategi pariwisata kedua negara di sini.
Bosan dengan Bali? Temukan 7 destinasi WFA terbaik di Indonesia tahun 2026. Panduan lengkap infrastruktur internet, biaya hidup, dan komunitas digital nomad.
Minat wisatawan Indonesia terhadap perjalanan internasional dengan pengalaman yang lebih personal dan bermakna terus menunjukkan peningkatan.
Capaian ini sejalan dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir dari tahun ke tahun.
pemberdayaan desa melalui empat pilar pembangunan berkelanjutan, melibatkan generasi muda, komunitas lokal, dan program Desa Sejahtera
Antusiasme kepala daerah dalam pembentukan Posbankum sangat tinggi.
Pemkab Bekasi mengeklaim telah melakukan pengawasan ketat, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses pengolahan di dapur SPPG.
Penghargaan tertinggi ini diberikan kepada desa-desa yang sukses menyajikan pengalaman autentik sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di tingkat lokal.
Kapasitas pemerintah desa dalam mengelola anggaran masih jauh dari standar akuntabilitas yang dibutuhkan.
DIREKTORAT Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pentingnya komitmen yang kuat untuk menyelesaikan batas desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved