Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Bekasi menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal implementasi Program Strategis Nasional (PSN) Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, cakupan program tersebut telah menjangkau 90 desa di 23 kecamatan dengan dukungan 188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah terdaftar secara resmi.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, seusai menghadiri Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Program Strategis Nasional MBG Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Rabu (17/12).
Asep menjelaskan, dengan populasi mencapai 3,2 juta jiwa dan jumlah peserta didik yang besar, program MBG menjadi instrumen strategis bagi Kabupaten Bekasi untuk memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) sejak dini. Saat ini, terdapat 71.025 siswa PAUD, 351.367 siswa SD, dan 137.632 siswa SMP yang menjadi perhatian utama dalam program ini.
"Seluruh kecamatan di Kabupaten Bekasi sudah terkaver MBG. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat," ujar Asep Surya.
Capaian dan Sasaran
Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi untuk pelaksanaan tahun 2025, jumlah penerima manfaat terus mengalami eskalasi. Program ini telah menjangkau 66.209 siswa dari jenjang PAUD hingga SMP, atau sekitar 39,9% dari total sasaran siswa.
Selain sektor pendidikan, MBG di Kabupaten Bekasi juga menyasar kelompok rentan lainnya, mencakup 5.770 balita, 1.139 ibu hamil, serta 1.290 ibu menyusui. Adapun rincian capaian pada jenjang pendidikan tercatat sebesar 2,58% pada PAUD, 6,08% pada SD, dan 31,25% pada SMP.
"Capaian ini akan terus kami dorong agar semakin banyak anak dan kelompok rentan yang mendapatkan manfaat MBG secara bertahap dan merata," lanjut Asep.
Optimalisasi Rantai Pasok
Terkait aspek operasional, Pemkab Bekasi mengeklaim telah melakukan pengawasan ketat, mulai dari pengadaan bahan baku hingga proses pengolahan di dapur SPPG. Kendati demikian, Asep mengakui masih terdapat sejumlah tantangan teknis di lapangan.
"Meski menunjukkan capaian positif, kami mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan MBG. Beberapa di antaranya adalah proses sertifikasi SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi) yang masih berjalan, pengelolaan limbah sisa makanan yang belum optimal, serta ketersediaan bahan baku yang stabil dan terjangkau bagi dapur SPPG," jelasnya.
Guna mengatasi hambatan tersebut, pemerintah daerah melakukan langkah percepatan melalui pelatihan keamanan pangan bersama Dinas Kesehatan dan pembentukan Satgas MBG. Selain itu, Pemkab Bekasi berupaya memperkuat rantai pasok dengan melibatkan kelompok tani, peternak, BUMDes, hingga pelaku usaha lokal.
"Kendala yang ada menjadi bahan evaluasi kami. Pemerintah daerah akan terus melakukan pembenahan agar pelaksanaan MBG semakin optimal dan berkelanjutan," pungkasnya. (AK/P-2)
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
pemberdayaan desa melalui empat pilar pembangunan berkelanjutan, melibatkan generasi muda, komunitas lokal, dan program Desa Sejahtera
Antusiasme kepala daerah dalam pembentukan Posbankum sangat tinggi.
Penghargaan tertinggi ini diberikan kepada desa-desa yang sukses menyajikan pengalaman autentik sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di tingkat lokal.
Kapasitas pemerintah desa dalam mengelola anggaran masih jauh dari standar akuntabilitas yang dibutuhkan.
DIREKTORAT Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pentingnya komitmen yang kuat untuk menyelesaikan batas desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved