Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengelolah Daerah Aliran Sungai (BPdas) Baturusa Cerucuk (BRC) Provinsi Bangka Belitung (Babel) menargetkan, hingga pertengahan Desember, sebanyak 1,6 juta batang pohon mangrove akan ditanam di Pulau Bangka dan Belitung.
Kepala BPDas BRC Babel Tekstiyanto mengatakan luas lahan mangrove di Babel adalah sebanyak 63 ribu hektare, 32 ribu hektare primer dan 31 ribu hektare sekunder.
"Sebanyak 31 ribu hektare sekunder bisa dikatakan rusak. Sebenarnya tidak ada istilah rusak itu karena yang ada sekunder," kata Tekstiyanto, Jumat (6/11).
Baca juga: Sektor Pertanian Tetap Bertumbuh
Penyebab kerusakan Mangrove diakuinya adalah ulah manusia, seperti tambang timah ilegal, faktor cuaca, ombak, dan jaring nelayan.
Tekstiyanto mengatakan lahan mangrove yang sudah direhabilitas sejak 2015 hingga 2019 adalah seluas 145 hektare.
"Memang tingkat kerusakan lahan ini, tidak sebanding dengan rehabilitasnya," ujar dia.
Pada 2020 ini, menurut Teksti, target rehabilitas mangrove melalui program padat karya Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) adalah 500 hektare.
"Sebanyak 500 ribu hektare itu, di Bangka 250 hektare dan di Pulau Belitung 250 hektare,"ungkapnya.
Pihaknya menargetkan, hingga Desember tahun ini, jumlah magrove yang ditanam untuk rehabilitas sebanyak 1,6 juta batang dengan anggaran Rp13 miliar.
"Per hektare itu Rp26 juta. Total anggaran tahun ini mencapai Rp13 miliar. Target kita pertengah desember selesai, kegiatan ini dimulai September," terangnya. (OL-1)
Berbeda dengan aksi penanaman biasa, program ini mencakup pendampingan nursery (pembibitan) bagi masyarakat lokal.
Kementerian Kehutanan terus memperkuat rehabilitasi ekosistem mangrove di kawasan pesisir melalui Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).
Direktorat Rehabilitasi Mangrove memperkuat upaya membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pelibatan generasi muda lewat program Mangrove Goes To School (MGTS).
Dari perairan yang sempat minim kehidupan, terumbu karang kini kembali berwarna dan mangrove tumbuh semakin kokoh di pesisir Desa One Ete dan Pulau Bapa, Kabupaten Morowali. Rehabilitasi
Program ini bertujuan untuk mendorong kepedulian dan aksi nyata terhadap lingkungan agar tercipta masa depan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan layak bagi generasi mendatang.
Para peserta Mangrove Impact Fellowship tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung aplikasi teknologi dalam konservasi melalui peluncuran Platform Mandara milik KLHK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved