Kamis 05 November 2020, 14:10 WIB

Cuaca Ekstrem Bikin Pantai Pangandaran Sepi Wisatawan

Adi Kristiadi | Nusantara
Cuaca Ekstrem Bikin Pantai Pangandaran Sepi Wisatawan

Ant/Adeng Bustomi
Suasana pantai Pangandaran saat libur awal tahun 2020, pada libur panjang awal November 2020 sepi.

 

KUNJUNGAN wisatawan ke Pantai Pangandaran selama musim libur panjang akhir pekan lalu menurun dibanding sebelumnya. Penyebabnya, kondisi cuaca ekstrem yang membuat warga enggan berwisata ke pantai.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Untung Saeful Rachman mengakui hal tersebut. Selama libur panjang kemarin, kunjungan wisatawan mengalami penurunan dibandingkan libur panjang sebelumnya.

"Kunjungan wisatawan ke Pantai Pangandaran selama libur panjang memang menurun, tak seramai seperti libur sebelumnya. Kemungkinan karena melihat kondisi cuaca. Apalagi, akhir-akhir ini banyak kejadian bencana di daerah, termasuk di kawasan wisata. Jadi membatalkan wisatanya," kata Untung, Kamis (5/11).

Selain itu, jelas Untung, munculnya isu mengenai potensi gempa bumi megathrust di Pangandaran juga ditengarai membuat kawatir masyarakat berlibur ke sana. Namun yang membuat masyarakat enggan berlibur ke pantai karena hujan dan angin kencang yang terjadi saat ini.

"Dalam beberapa bulan ke depan kondisi cuaca di Jawa Barat diprediksi masih cukup ekstrem. Masyarakat yang ingin berlibur ke pantai harus mengetahui dulu cuacanya bagaimana. Hal ini untuk mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.

Untuk mencegah penyebaran wabah korona, ungkap Untung, Pemprov Jabar menerjunkan tim kesehatan untuk melakukan rapid test di lokasi wisata. Pengujian rapid tes dilakukan secara acak.

Sementara itu, Kepala BMKG Bandung, Tony Agus Wijaya mengatakan, pihaknya meminta masyarakat yang tinggal di pesisir pantai perairan utara dan selatan Jabar harus tetap selalu waspada. Karena, pada tanggal 5 sampai 10 November gelombang tinggi akan terjadi di bagian selatan dengan ketinggian 2 sampai 3,5 meter dan bagian utara 0,8 meter.

"Kami meminta agar warga yang melakukan aktivitas di pesisir pantai perairan selatan dan utara Jawa Barat, harus tetap waspada. Karena, gelombang tinggi tersebut akan terjadi selama enam hari ke depan dan masyarakat supaya selalu berhati-hati termasuknya harus tetap memperhatikan rambu keselamatan," paparnya. (OL-13)

Baca Juga: BMKG: Cuaca Ekstrem Berulang Hingga Pertengahan Februari 2020

Baca Juga

DOK Pribadi.

Wisata Pecinan Kembang Jepun Bangkit Hidupkan Perekonomian Daerah

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 13:05 WIB
Seiring waktu berjalan, pada 10 September 2022 Wisata Pecinan Kembang Jepun diresmikan kembali sebagai Kya-Kya...
Ist

Ganjar Lantik Pengurus Kagama Wilayah Sumatra Utara

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 10:27 WIB
Ganjar Pranowo melantik Pengurus Cabang Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) di Wilayah Sumatera Utara masa bakti 2022-2027. Ganjar minta,...
MI/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE

Distribusi Gas Melon di Kalsel tidak Tepat Sasaran

👤Denny Susanto 🕔Minggu 25 September 2022, 10:24 WIB
Selain kelompok UMKM, kelompok masyarakat menengah dan mampu serta industri kecil ditengarai ikut menikmati gas besubsidi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya