Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA masa pandemi Covid-19, bisnis tanaman di Yogyakarta berkibar dengan omset ratusan juta per bulan. Mereka yang bergelut dalam bisnis ini pun kebanyakan anak-anak muda yang berusia di bawah 40 tahun. Kelik (39 tahun), marketing Kebon's Agro Jogja di Sleman, DIY mengajak kami berkeliling melihat tanaman-tanaman yang ada di Kebon's Agro Jogja. Semua tanaman tampak tertata rapi berdasarkan jenisnya.
"Tanaman hortikultura kami tempatkan di luar, sedangkan tanaman hias kami tempatkan di dalam," jelas dia sambil menyebutkan jenis-jenis tanaman yang ada beserta harga pasarannya saat ini, Selasa (3/11) sore.
Bisnis tanaman pada masa pandemi Covid-19 memang terbilang bagus. Peningkatan penjualan rata-rata sekitar 90 persen.
"Sebelum pandemi, omset rata-rata Rp 200-250 juta perbulan. Pada masa pandemi, omsetnya meningkat Rp300-400 juta per bulan," jelas Kelik.
Hampir semua tanaman laku dibeli masyarakat. Awalnya, yang banyak dibeli memang aglonema, tetapi sekarang semua laku. Dari pengalaman, menjual tanaman yang terpenting adalah cara mengemasnya. Kalau dikemas secara baik dan bagus, tanaman tersebut bisa laku.
Ia mencontohkan, tanaman jenis puring yang sebelumnya identik dengan kuburan.
"Kalau kita kemas dengan pot yang bagus dan penempatannya juga pas, banyak yang mencari," kata dia kepada rombongan Anggota Komisi B DPRD DIY beserta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY.
Plt Kepala DPKP DIY, Syam Arjayanti mengatakan, geliat bisnis tanaman hias pada masa pandemi tidak lepas dari berkurangnya aktivitas masyarakat di luar rumah. Untuk mengusir kejenuhan, mereka banyak yang memilih bertanam di halaman rumah.
"Bahkan, harga yang tanaman melonjak pun tidak menjadi halangan bagi masyarakat untuk membelinya," kata dia.
Syam menambahkan, yang menarik dari fenomena meledaknya bisnis tanaman saat ini adalah para pelakunya anak-anak muda. Mereka lebih banyak terjun di tanaman hias dan holtikultura dibandingkan tanaman padi ataupun palawija.
"Kami juga memiliki program pembinaan, pelatihan, dan membantu bibit kelompok yang tertarik untuk menanam holtikultura," kata dia saat berkunjung ke Kebon's Agro Jogja bersama Komisi B DPRD DIY.
Jika ditekuni hobi menanam ini sangat menjanjikan untuk dijadikan bisnis. Anggota Komisi B DPRD DIY dari Partai NasDem, Widi Sutikno mengaku kagum mendengar penjelasan bisnis tanaman hias dan holtikultura di Yogyakarta dari Kelik.
"Bisnis ini juga sudah dijalankan lewat online dengan omset pemesanan online di atas Rp60 juta perbulan," kata dia.
baca juga: Dulu Positif Covid-19, Kini Jadi Penggerak Jogo Santri
Anggota Komisi B DPRD DIY, Tustiyani menyampaikan, usaha tanaman yang dilakukan Kebon's Agro Jogja dapat memberi inspirasi kepada masyarakat. Di tengah pandemi, pertanian di DIY ternyata bisa berkibar.
"Dengan melihat ini, kita optimis petani-petani milenial akan tumbuh lebih banyak," kata Tustiyani.
Tusti pun memberi masukan kepada DPKP DIY agar mengadakan pelatihan kepada generasi milenial agar tertarik dan mau terjun di bidang pertanian, salah satunya sektor tanaman hias dan holtikultura. (OL-3)
Dalam menghadapi tantangan industri perkebunan modern, PTPN XIV tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas di lapangan, tetapi juga mendorong transformasi digital
Perusahaan tidak lagi bisa mengandalkan sistem lama dan proses manual. Masa depan membutuhkan kecepatan, akurasi, tata kelola, dan keadilan.
Hingga 2024, Astra Agro berhasil menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 15,14% dibandingkan tahun sebelumnya.
Proyek ini juga mencakup pengembangan ekosistem perkebunan kelapa organik seluas 20 ribu hektare.
Bell 429 merupakan helikopter pertama dari Designer Series yang akan digunakan di Indonesia.
Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan usaha pertanian melibatkan aspek modal yang tidak sedikit, untuk itu, segala sesuatunya harus dilakukan dengan cermat.
Hingga saat ini baru sekitar 40% wajib pajak di DIY yang telah mengaktivasi akun Coretax.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan Pancasila harus menjadi roh kehidupan bangsa dan panduan dalam bertindak, berpikir, serta bersikap.
Kemendagri menyebut DIY berhasil menjaga keseimbangan sosial melalui pendekatan kultural.
Fase awal gerhana penumbra akan dimulai pukul 22:26 WIB, puncak gerhana terjadi pada Senin (8/9) dini hari pukul 01:11 WIB, dan berakhir sekitar pukul 03:56 WIB.
Di sisi lain, pemerintah juga tidak boleh membatasi masyarakat dalam menggunakan media sosial karena itu dijamin oleh konstitusi.
Ketiga kepada daerah itu adalah Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved