Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH telah menetapkan kebijakan untuk menghentikan impor beras pada tahun 2025. Langkah ini merupakan bagian dari upaya mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target semula yang direncanakan dalam empat tahun.
Di sisi lain, untuk mencapai target swasembada pangan, sektor pertanian haruslah mendapat perhatian dan digarap dengan serius dan profesional.
Sungai Budi Group, perusahaan agrobisnis terbesar di Indonesia, bersama TTC AgriS (Thanh Thanh Cong-Bien Hoa Joint Stock Company, kode saham SBT) menjalin perjanjian kemitraan strategis komprehensif untuk memajukan sektor pertanian hijau dan berkelanjutan.
Acara peresmian kerja sama ini disaksikan Sekjen Partai Komunis Vietnam Y M To Lam, perwakilan pemerintah senior dari Vietnam dan Indonesia, Chairlady TTC AgriS Dang Huynh Uc My, serta Direktur Sungai Budi Group Oey Alfred.
Direktur Sungai Budi Group Oey Alfred mengatakan acara ini merupakan perkembangan penting dalam kerja sama Vietnam dan Indonesia di bidang pertanian dan ekonomi. Acara ini juga berlangsung dalam kunjungan resmi kenegaraan Sekjen Partai Komunis Vietnam Y M To Lam ke Indonesia atas undangan Presiden Prabowo Subianto.
"Momen ini bertepatan dengan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Vietnam dan Indonesia serta peringatan 30 tahun bergabungnya Vietnam ke ASEAN," kata Oey.
Selama berkunjung, Sekjen Partai Komunis Vietnam Y M To Lam dan Presiden Prabowo membahas arah kerja sama bilateral serta menyaksikan beberapa peresmian kerja sama sektoral, termasuk sektor pertanian.
Oey Alfred menjelaskan dalam perjanjian kerja sama tersebut, TTC AgriS dan Sungai Budi Group akan berkolaborasi dalam penerapan sains di sektor pertanian yang didukung teknologi mutakhir serta pengembangan rantai nilai industri pertanian di Indonesia, khususnya untuk tanaman tebu dan kelapa.
"TTC AgriS akan mendirikan usaha patungan yang bergerak dalam bidang pertanian presisi dan manufaktur canggih serta memanfaatkan kemitraan ini untuk merambah pasar pertanian dunia," terangnya.
Pada industri gula, lanjut dia, kedua perusahaan akan berfokus pada transfer teknologi, praktik terbaik pengelolaan perkebunan, solusi digital sektor pertanian, serta proses perdagangan Vietnam-Indonesia.
"Lahan perkebunan uji coba seluas 2.000 hektare juga akan diluncurkan di Indonesia. Proyek ini menguji coba teknologi budi daya tanaman yang meningkatkan panen dan kualitas tanaman. Pusat kerja sama litbang pertanian di Indonesia juga termasuk rencana kerja sama ini," kata dia.
Di industri kelapa, jelas Oey, kedua perusahaan akan meningkatkan skala produksi hingga 300 juta liter/kg dalam dua tahap. Fase pertama yakni pengembangan platform produksi dan komersial dengan kapasitas awal 120 juta liter/kg kelapa untuk pasar Indonesia dan global.
Proyek ini juga mencakup pengembangan ekosistem perkebunan kelapa organik seluas 20 ribu hektare, bekerja sama dengan petani lokal dan skala kecil guna meningkatkan skema bagi hasil dan menjaga standar mutu.
"Kemitraan ini tidak hanya menjadi perkembangan penting bagi TTC AgriS dan Sungai Budi Group, tapi juga menciptakan peluang transfer teknologi dan pertukaran manajemen secara lintas wilayah serta meningkatkan rantai nilai industri pertanian," jelas Oey.
Bagi Indonesia, sebagai salah satu penghasil tebu dan kelapa terbesar di Asia Tenggara, kolaborasi ini akan meningkatkan efisiensi, kualitas, dan pembangunan berkelanjutan di sektor agrobisnis.
"Dengan mengintegrasikan sektor pertanian di kedua negara, perdagangan bilateral akan meningkat serta berkontribusi pada target volume perdagangan Vietnam-Indonesia menjadi US$18 miliar pada 2028," kata Oey.
Chairlady TTC AgriS Dang Huynh Uc My menambahkan strategi kolaborasi global TTC AgriS tak hanya meningkatkan kualitas produk dan jangkauan pasar, tapi juga memperkuat komitmen pada pembangunan berkelanjutan.
"Dengan mengintegrasikan teknologi canggih dan pengalaman industri selama puluhan tahun, kami ingin berkontribusi besar pada perkembangan sektor pertanian modern di Vietnam dan wilayah lain yang lebih luas," tutupnya.(H-2)
KSPSI menekankan pentingnya standar hubungan industrial yang setara dan berkeadilan di sektor perkebunan kelapa sawit.
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
ADA dilema kelembagaan bank tanah dalam mewujudkan keadilan sosial agraria di tengah gencarnya arus investasi.
Transformasi digital di sektor perkebunan nasional mendapat dorongan baru melalui kolaborasi antara Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, dan Fakultas Vokasi USU.
Upaya tegas pemerintah dalam memberantas mafia sawit dan menata ulang tata kelola sumber daya alam (SDA) dinilai sebagai langkah strategis dan berani.
PEMERINTAH menggelontorkan anggaran sebesar Rp9,95 triliun atau hampir Rp10 triliun untuk mencapai hilirisasi sektor perkebunan.
menjadikannya sebagai kontribusi terbesar kedua terhadap perekonomian nasional sekaligus tertinggi dalam enam tahun terakhir.
Kehadiran produk asuransi pertanian besutan BRINS ini dapat memberikan perlindungan nyata bagi petani.
Pemerintah diharap mempertimbangkan kontribusi besar sektor pertanian tembakau dalam perekonomian daerah.
Pada tahun lalu, perusahaan berhasil mencatatkan volume penjaminan sebesar Rp48,32 triliun dengan 939.374 pelaku usaha yang terjamin.
Pameran AGRIMAT 2025: Indonesia Agriculture Machinery, Accessories & Tools Expo akan digelar bersama dengan Jateng Cold Chain Expo 2025 pada 17 hingga 19 Juli di Muladi Dome, Semarang
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) terus mendorong tumbuhnya wirausahawan muda di sektor pertanian. Termasuk dalam upaya menyerap tenaga kerja di bidang pertanian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved