Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Agribisnis di Titik Balik: Lompatan Digital PT BGMPA Menuju Keadilan dan Efisiensi

Media Indonesia
28/11/2025 09:00
Agribisnis di Titik Balik: Lompatan Digital PT BGMPA Menuju Keadilan dan Efisiensi
Ilustrasi(MI/HO)

INDUSTRI kelapa sawit Indonesia saat ini berada dalam momentum yang krusial. Sebagai salah satu penopang ekonomi nasional, sektor industri kelapa sawit menghadapi berbagai tekanan — mulai dari volatilitas harga global, kompleksitas rantai pasok, hingga tuntutan transparansi dan keberlanjutan (sustainability) yang semakin tinggi. Bagi pelaku agribisnis di seluruh Indonesia, perubahan ini membentuk lanskap kompetisi yang baru.

Menurut Presiden Direktur PT Batu Gunung Mulia Putra Agro (PT BGMPA) Angga Yudha Prasetya, industri sedang bergerak memasuki era baru. 

“Perusahaan tidak lagi bisa mengandalkan sistem lama dan proses manual. Masa depan membutuhkan kecepatan, akurasi, tata kelola, dan keadilan,” tegasnya.

Kesenjangan Struktural yang Mengancam Daya Saing

Sebelum transformasi digitalnya, PT BGMPA menghadapi sejumlah tantangan operasional yang umum terjadi di dunia agribisnis Indonesia. Proses pelaporan bersifat manual, tersebar, dan rentan inkonsistensi. 

Proses tutup buku akhir bulan butuh waktu hingga 30 hari, sehingga memperlambat keputusan yang berdampak langsung pada harga dan margin. 

Minimnya pengawasan menyeluruh di area procurement, produksi, dan keuangan mempengaruhi rencana bisnis. Integrasi unit bisnis baru saat ekspansi juga berlangsung lambat dan membutuhkan sinkronisasi manual yang memakan waktu.

Inefisiensi ini memiliki dampak di luar kinerja internal, yakni kepada petani kecil. 

“Dalam industri komoditas seperti sawit, keterlambatan informasi bisa berarti kerugian nyata bagi petani yang sangat bergantung pada harga yang transparan dan tepat waktu,” ujar Angga.

Titik Balik: Mengadopsi SAP Cloud ERP

Adopsi SAP S/4HANA Cloud Public Edition melalui GROW with SAP menjadi momentum perubahan signifikan bagi PT BGMPA. Fondasi digital Perusahaan menjadi terpadu, serta ada standarisasi proses di seluruh fungsi — mulai dari procurement, produksi, keuangan, hingga manajemen aset. 

Penutupan laporan akhir bulan yang dulu memakan waktu berminggu-minggu kini diselesaikan dalam tiga hari. Setiap transaksi kini dapat dilacak secara transparan, sehingga memperkuat akuntabilitas dan kepatuhan. 

Penetapan harga kini berbasis data, dimana ini meningkatkan margin keuntungan dari 3% menjadi 5–7%, dan sekaligus memperkuat kepercayaan petani.

“GROW with SAP memberdayakan perusahaan yang tengah berkembang pesat seperti PT BGMPA untuk mengadopsi cloud ERP modern yang skalabel secara cepat dan pasti,” ujar President and Managing Director, SAP Southeast Asia Liher Urbizu. 

“Dengan memanfaatkan Public Cloud SAP, PT BGMPA telah membangun fondasi digital yang tangguh untuk meningkatkan kelincahan operasional, memperkuat tata kelola keuangan, dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan dalam sektor kelapa sawit yang vital bagi Indonesia,” lanjutnya.

Transformasi ini dituntaskan hanya dalam empat bulan, sebuah pencapaian yang jarang terlihat dalam sektor agribisnis. Hal ini berkat kolaborasi yang baik antara tim manajemen PT BGMPA dan TMS Consulting sebagai mitra implementasi SAP. 

TMS berperan bukan hanya dalam penerapan sistem, tetapi juga dalam membentuk pendekatan manajemen perubahan yang mengarahkan karyawan melalui alur kerja baru, disiplin baru, dan budaya kerja berbasis data. 

Pendampingan TMS memastikan adopsi digital tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar melekat dalam operasional sehari-hari.

Pertumbuhan Berbasis Tata Kelola dan Kepercayaan Investor

Dengan rencana ekspansi anorganik — termasuk akuisisi pabrik di Kalimantan — proses yang distandarisasi SAP memungkinkan PT BGMPA mengintegrasikan unit bisnis baru dengan lebih cepat. 

Konsolidasi yang transparan dan pengawasan yang lebih kuat meningkatkan kepercayaan investor, terlebih dengan tuntutan kepatuhan ISPO, RSPO, dan standar traceability dari pembeli global. 

“Transformasi digital tidak hanya meningkatkan efisiensi — tapi memperkuat kredibilitas,” tegas Angga.

Usaha PT BGMPA menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) bagi para petani di Kalimantan Selatan dan Tengah, sudah sejak lama dilakukan. Namun, kini, dengan dukungan data real-time dari SAP dan pencatatan transaksi yang transparan, membuat prinsip keadilan dan transparansi harga kini tertanam dalam model operasional perusahaan. 

Melalui Community Estate Support Program, PT BGMPA juga membantu petani meningkatkan produktivitas panen, mendapatkan akses pembiayaan, dan mengadopsi praktik pertanian yang berkelanjutan.

Agribisnis Prediktif: Arah Masa Depan

Ke depan, PT BGMPA mempersiapkan penerapan SAP Analytics Cloud untuk memproyeksikan harga komoditas, memodelkan tren produksi, mendeteksi risiko operasional lebih awal, serta mengevaluasi indikator keberlanjutan secara presisi. 

Insight prediktif seperti ini memungkinkan perusahaan mengambil keputusan lebih awal — melindungi margin, menstabilkan pendapatan petani, dan memperkuat manajemen jangka panjang.

Masa depan dimiliki oleh perusahaan yang tangguh menghadapi disrupsi, adil pada petani, disiplin dalam tata kelola, dan ditopang data yang tepercaya. 

Dengan fondasi digital SAP, PT BGMPA ingin menunjukkan bagaimana agribisnis yang bertanggung jawab dan berbasis teknologi dapat menciptakan daya saing jangka panjang serta memberikan dampak berarti bagi Indonesia. (RO/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya