Rabu 04 November 2020, 14:25 WIB

12 Petani di Sragen Tewas Disambar Setrum Jebakan Tikus

Widjajadi | Nusantara
12 Petani di Sragen Tewas Disambar Setrum Jebakan Tikus

MI/Widjajadi
.

 

SEDIKITNYA 12 petani di sejumlah desa wilayah Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, tewas menjadi korban setrum listrik sebagai jebakan untuk hama tikus. Hama tersebut mengganas di lahan tanaman padi dalam beberapa bulan terakhir ini.

Korban terakhir ialah Jumino, 58, yang tewas tersambar setrum di areal persawahan milik tetangganya di Desa Jatirejo Tengah, Sukodono, Rabu (4/11). Polres Sragen pun bergerak mengusut untuk memberikan efek jera bagi petani yang dianggap gegabah membuat jembakan tikus dengan setrum di areal persawahannya.

"Sudah banyak petani yang meninggal. Ini harus dihentikan, sebab membahayakan petani sendiri," kata Kapolres Sragen Ajun Komisaris Besar Yuswanto Ardi di sela-sela memimpin olah TKP di persawahan Desa Jati Tengah, Rabu (4/11).

Yuswanto mengisyaratkan pemilik sawah yang memasang setrum perangkap tikus yang menyebabkan Jumino alias Mbah Mino, petani warga Dukuh Putatsewu RT 2, Desa Jatitengah, Sukodono, Sragen, meninggal berpotensi dijerat pidana.

Dia memaparkan tewasnya Mbah Mino berbeda dengan kasus-kasus petani sebelumnya yang tewas tersetrum jebakan tikus di areal persawahan miliknya sendiri. Petani tua itu terjebak setrum di sawah yang dipasang tetangganya.

"Kali ini yang terjadi di sawah orang lain. Ada potensi mengarah ke pidana pada peristiwa hari ini. Korban dengan pemilik lahan merupan orang berbeda. Ini merupakan kejadian yang berbeda dengan sejumlah kejadian sebelumnya," imbuh dia.

Tim penyidik Polres Sragen diterjunkan untuk berdialog dengan Kapolsek Sukodono dan perangkat Desa Jati Tengah. Jerat hukum akan dioptimalkan agar para petani jera mengunakan setrum jebakan tikus.

"Kami akan mencoba mendiskusikan kasus ini. Semoga ditemukan formula terbaik," tegas dia.

Jauh sebelumnya, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati juga pernah menyatakan kegeramannya terkait petani memasang setrum sebagai jebakan untuk tikus sawah. Ia mengultimatum untuk membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

Yang jelas, tim penyidik bisa saja menjerat dengan Pasal 359 KUHP yang memuat tindakan kelalaian sehingga membuat hilangnya nyawa seseorang. Ancaman hukuman bagi orang yang lalai ini maksimal 5 tahun.

Jasad Jumino yang menjadi korban tewas ke-12 akibat setrum jebakan tikus telah divisum. Terdapat luka pada bagaian kaki, dari pergelangan hingga betis. Dia ditemukan meninggal di sawah pada Rabu pagi sekitar pukul 08.00 WIB. (OL-14)

Baca Juga

NTARA/Rivan Awal Lingga

Disiplin tidak Ke Luar Daerah, Warga Baduy Terbebas Covid-19

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:34 WIB
Masyarakat Baduy lebih mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna mencegah penularan virus...
Antara

Pusat Layanan Kesehatan Dukung Pariwisata Labuan Bajo

👤Eni Kartinah 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:34 WIB
Dalam pengembangan pariwisata Labuan Bajo, Pemerintah Daerah (Pemda) Manggarai Barat juga melibatkan bidang kesehatan berupa pelayanan...
Antara

Kemacetan Lalin di Lokasi Longsor Deli Sedang Diatur Polisi

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 23:29 WIB
Petugas kepolisian juga melakukan buka tutup jalur, demi kelancaran lalu lintas di lokasi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya