Senin 02 November 2020, 05:10 WIB

Berkaca pada Sikap Nasionalisme Yogyakarta

(AU/AT/N-3) | Nusantara
Berkaca pada Sikap Nasionalisme Yogyakarta

MI/BRIYANBODO HENDRO
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat

 

PANDEMI tidak membuat upaya mempertebal rasa nasionalisme mengendur. Akhir pekan lalu, Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat tetap menyemangati para kader bangsa di Yogyakarta dan Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, untuk memupuk rasa kebangsaan.

"Nilai-nilai dalam 4 konsensus kebangsaan bisa menjadi pedoman untuk menjawab tantangan berbangsa, kini dan di masa mendatang. Tantangan berbangsa dan bernegara datang dari dalam dan luar negeri," ujarnya secara daring di depan anggota DPR H Subardi, anggota Laskar Jogja, anggota Yayasan Natas Nitis Netes, dan jajaran pimpinan Partai NasDem Yogyakarta.

Bentuk tantangan itu, lanjut dia, di antaranya lunturnya nasionalisme, semakin sempitnya pemahaman terhadap Pancasila dan agama, serta krisis perekonomian yang mengancam. Masuknya ideologi asing yang mengikis nilai-nilai kebangsaan yang dimiliki anak negeri, intoleransi, dan menurunnya kesadaran berbangsa dan bernegara merupakan tantangan besar yang juga harus dihadapi.

Empat konsensus, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI menjadi pedoman arah hidup berkebangsaan. "Di dalam Pancasila sebagai ideologi bangsa terdapat nilai-nilai yang mengandung visi dan karakter bangsa," tegas legislator Partai NasDem itu.

Tanpa visi, lanjut dia, anak bangsa tidak punya arah yang jelas dalam membangun dan mengelola Indonesia sebagai negara yang berdaulat. Tantangan berbentuk ancaman terhadap bangsa dan negara bisa dihadapi dengan peningkatan pemahaman visi dan karakter bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, integritas, dan nasionalisme.

Rerie menilai bergabungnya Yogyakarta ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 5 September 1945 merupakan pengamalan nilai-nilai persatuan dan komitmen yang kuat terhadap NKRI. "Padahal berdasarkan Perjanjian Gianti, Ngayogyakarta Hadiningrat diakui kedaulatannya oleh Hindia Belanda sebagai negara. Tetapi para pemimpin Ngayogyakarta lebih memilih bersatu mewujudkan NKRI." (AU/AT/N-3)

Baca Juga

MI/Denny S Ainan

Riam Kinarum Wisata Alam dan Budaya Suku Dayak Deah Tabalong

👤Denny Susanto Ainan 🕔Minggu 19 September 2021, 10:15 WIB
BANGUNAN panggung utama pertunjukan berdesain khas suku dayak di sekitar kawasan wisata Riam Kinarum, Kecamatan Upau, Kabupaten Tabalong...
MI/Martinus Solo

Kasus Covid-19 di Koto Sorong Melandai Prokes Jangan Abai

👤Martinus Solo 🕔Minggu 19 September 2021, 10:03 WIB
JUMLAH orang terkonfirmasi positif covid-19 di Kota Sorong, Papua Barat, terus mengalami...
MI/Denny Susanto

Pemrov Kalsel Klaim Penyebaran Covid-19 Melandai

👤Denny S Ainan 🕔Minggu 19 September 2021, 08:30 WIB
JIKA melihat dari penambahan kasus maka pandemi covid-19 di Kalsel bisa dibilang mulai...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

AS, Inggris, dan Australia Umumkan Pakta Pertahanan Baru

 Aliansi baru dari tiga kekuatan tersebut tampaknya berusaha untuk melawan Tiongkok dan melawan kekuatan militernya di Indo-Pasifik.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya