Kamis 29 Oktober 2020, 17:20 WIB

Hasil Panen Bawang Merosot Harganya Jadi Meroket

John Lewar | Nusantara
Hasil Panen Bawang Merosot Harganya Jadi Meroket

Antara
Harga bawang di Labuanbajo naik karena pasokan komoditas tersebut dari NTB menurun.

 

TURUNNYA hasil panen produksi petani bawang merah, putih dan bawang Bombai di beberapa daerah yang menjadi kantong produksi, menyebabkan kelangkaan komoditas tersebut. Di sejumlah pasar tradisional Labuanbajo Manggarai Barat Nusa Tenggara Timur (NTT), komoditas tersebut terus mengalami kenaikan harga.

Sebulan terakhir, pasokan bawang pedagang di Labuanbajo yang kerap dipasok dari sentra bawang di Sumbawa, Bima NTB, terus mengalami penurunan sehingga berdampak pada kenaikan harga bumbu dapur tersebut.

Mirna kurnia Hasni, pedagang di Pasar Desa Batu Cermin, Kecamatan Komodo, Kamis (29/10) mengatakan sudah satu bulan ini pasokan bawang (merah, putih dan bombai) menurun dratis. Hal ini lantaran daerah yang menjadi kantong produksi untuk di pasok ke Labuanbajo sudah mengalami gagal panen dan lebih di dominasi serangan hama diikuti kemarau panjang.

"Saya dan beberapa teman di Pasar Batu Cermin sering memesan dan melakukan pengiriman dari Sumbawa, NTB. Namun, sudah satu bulan belakangan ini stok pasokan bawang terus kosong. kondisi ini memicu kenaikan harga khususnya pada bawang," ujar dia.

Pemicunya gagal panen ini disebabkan karena kemarau panjang dan faktor tanaman itu diserang hama sebut Mirna." Karena kekosongan stok pasokan inilah yang membuat harga bawang merah mencapai Rp55.000 per kg,  sedangkan bawang putih mencapai Rp95.000 per kg. untuk bawang bombay per kg mencapai Rp80.000.

Kondisi ini, jelas Mirna, sering terjadi manakala kemarau panjang, atau tanaman diserang hama penyakit Sehingga para petani tak bisa berbuat banyak. Dia menegaskan kenaikan harga ini bukan karena permainan harga pasar melainkan kekosongan stok pada tingkat produksi petani bawang.

Situasi Ini, kata dia, tidak akan berlangsung lama karena setiap pedagang memiliki pasokan dari masing-masing daerah, seperti dari Mataram, Sulawesi maupun Bali atau Surabaya. Jadi bisa saja dalam waktu dekat akan kembali normal katanya.

Kenaikan harga bawang ini juga diakui seorang pembeli Yosefina menuturkan harga bawang dua minggu belakangan ini mengalami kenaikan di atas 50% dari harga awal. Sebelumnya harga bawang merah dijual Rp15.000 per kg saat ini naik menjadi Rp55.000 per kg.

"Untuk bawang bombay Rp80.000 per kg dari sebelumnya hanya dijual Rp40.000 per kg,"katanya. (OL-13)

Baca Juga: Angka Kesembuhan Covid-19 di Denpasar Lampaui Kasus Baru

Baca Juga

Ist

Putu Dedi dan Anggota KSM Kelola Sampah Dijadikan Kompos dan Pellet

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 06 Desember 2021, 16:33 WIB
Pemerintah Desa Paksebali dan PT Indonesia Power Bali PGU berkolaborasi dengan program untuk mengatasi permasalahan sampah yang...
MI/CRI QANON RIA DEWI

Triwulan III-2021, Aset Perbankan Lampung Tumbuh 7,43%

👤Cri Qanon Ria Dewi 🕔Senin 06 Desember 2021, 15:30 WIB
Di tengah situasi pandemi covid-19 yang saat ini cenderung melandai, industri jasa keuangan tetap menjaga kinerja untuk menjadi lebih...
DOK/HARRIS HOTEL

Menyambut Liburan Akhir Tahun bersama HARRIS & POP! Hotels Festival Citylink Bandung!

👤Media Indonesia 🕔Senin 06 Desember 2021, 14:35 WIB
 HARRIS & POP! Hotels Festival Citylink Bandung! membuat perayaan akhir tahun dan tahun baru di Kota Bandung lebih...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya