Rabu 28 Oktober 2020, 15:46 WIB

Satgas Bengkulu Jaring 36.373 Pelanggar Protokol Kesehatan

Marliansyah | Nusantara
Satgas Bengkulu Jaring 36.373 Pelanggar Protokol Kesehatan

MI/Ramdani
Ilustrasi

 

SATUAN Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) covid-19 Provinsi Bengkulu, mencatat sebanyak 36.374 orang warga sebagai pelanggar protokol kesehatan selama operasi yustisi telah diberikan teguran dan 415 orang sanksi sosial yang telah diberikan kepada masyarakat.

Satgas Gakkum covid-19 Provinsi Bengkulu, mencatat sebanyak 36.374 orang warga sebagai pelanggar protokol kesehatan selama operasi yustisi telah diberikan teguran dan 415 orang diberikan sanksi sosial yang telah diberikan kepada masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi, Herwan Antoni di Bengkulu, mengatakan, sebanyak 36.374 orang warga telah melanggar disiplin protokol kesehatan sehingga diberikan teguran dan 415 orang diberikan sanksi sosial.

"Peningkatan disiplin protokol kesehatan harus dilakukan mengingat kasus positif covid-19 terus di Provinsi Bengkulu, saat ini telah mencapai 928 kasus," katanya, Rabu (28/10).

Saat ini, lanjut dia, tingginya kasus covid-19 dipengaruhi kurangnya kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan yang masih rendah.

Baca juga :Jam Malam di Tasikmalaya Dicabut

Berdasarkan hasil survei disepuluh  kabupaten/kota, Bengkulu, kesadaran masyarakat menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak masih di bawah 80 persen.

Tingginya pelanggaran protokol kesehatan karena tidak adanya sanksi tegas hanya sanksi ringan bagi yang melanggar.

Sanksi yang sudah diterbitkan disepuluh kabupaten/kota di Bengkulu, berupa peraturan gubernur,  peraturan wali kota,  maupun peraturan bupati sudah ada regulasi penanganan covid-19.

"Penegakan protokol seperti menggunakan masker dinilai terlalu berat dilaksanakan saat beraktifitas di pusat keramaian dengan alasan sesak dan mengganggu aktivitas," imbuhnya.

Pemerintah Provinsi Bengkulu, kata dia, terus menekan penyebaran pandemi di daerah ini dengan mengoptimalkan pemeriksaan sampel yang ditargetkan 500 sampel per hari.

Masih banyak masyarakat yang abai, makanya pemerintah mendorong agar terus meningkatkan kesadaran. (OL-2)

 

Baca Juga

MI/Surya Sriyanti

Pabrik Air Raksa Ilegal di Palangka Raya Digrebek

👤Surya Sriyanti 🕔Kamis 03 Desember 2020, 14:50 WIB
APARAT Subdit Tipiter Direktorat Kriminal Khusus Polda Kalteng membongkar dan menggerebek pengolahan industri rumahan pembuatan air raksa...
Antara

Program Pemuda Mandiri di Garut Bantu Modal Usaha, Ini Syaratnya

👤Adi Kristiadi 🕔Kamis 03 Desember 2020, 14:45 WIB
DINAS Pemuda dan Olahraga Kabupaten Garut menawarkan program pemuda mandiri agar mereka mampu berwirausaha. Bantuan yang diberi bagi...
MI/Surya Sriyanti

Masalah Perizinan Disoroti Saat Debat Terakhir Pilkada Kalteng

👤Surya Sriyanti 🕔Kamis 03 Desember 2020, 13:32 WIB
Dalam debat terakhir Pilkada pemilhan gubernur Kalimantan Tengah, dua paslon yang bertanding menyoroti masalah pelayanan publik dan...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya