Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH area persawahan di daerah-daerah lumbung padi rawan terendam banjir di musim penghujan yang dipicu badai La Nina.
Oleh karena itu, pemerintah mulai menyiapkan peralatan pompanisasi in-out di persawahan tersebut dan melakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier atau kuartier untuk mengantisipasi terendamnya sawah serta tanaman padi.
“Kami mengaplikasikan early warning system dan rutin memantau informasi di BMKG. Kami membentuk brigade banjir, brigade tanam, dan brigade panen. Kami juga melakukan mapping di wilayah rawan banjir,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian, kemarin.
Selain itu, para petani juga diimbau menggunakan benih padi yang tahan genangan seperti Inpara 1 sampai 10, Inpari 29, Inpari 30, Ciherang Sub 1, Inpari 42 Agritan, dan varietas unggul lokal sejenisnya.
“Yang paling penting lakukan klaim asuransi usaha tani padi bagi yang sudah mendaftar dan bantuan benih gratis bagi yang mengalami gagal panen (puso). Terakhir perbaiki pascapanen dengan menggunakan dryer atau pengering. Ini beberapa langkah sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk meng antisipasi dampak dari La Nina,” tandas Yasin.
Badai La Nina dengan curah hujan tinggi bisa berdampak terhadap sektor pertanian, perikanan, perhubungan, dan lingkungan hidup. Sebagai informasi, suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin yang menjadi ambang batas kategori La Nina.
Hal itu sejalan dengan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksikan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 25-27 Oktober 2020.
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan ketika menghadapi angin dengan kecepatan di atas 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m).
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten, Laut Natuna utara, Perairan Kepulauan Natuna, dan Kepulauan Talaud. Kondisi ini mengakibatkan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,50 meter yang berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Mohon masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi tetap waspada,” tandas Kepala bidang Humas BMKG Taufan Maulana di Jakarta, kemarin. (Iam/Fer/X-3)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan target swasembada pangan. Cadangan beras nasional di Perum Bulog mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
GP Ansor melakukan panen padi organik di Kabupaten Blora, sekaligus menanam 3.000 pohon kelapa.
Pertanian regeneratif adalah pengelolaan holistik yang berbeda dengan konsep keberlanjutan (sustainable) biasa.
Salah satu media daring yang berfokus pada pemberitaan agribisnis, yakni Panen News merayakan hari jadinya yang ke-6 dengan menggelar Panen Fest 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
PT Pupuk Indonesia (Persero) melibatkan ribuan inovator dari dalam dan luar negeri untuk mendorong transformasi pertanian nasional melalui penyelenggaraan FertInnovation Challenge 2025.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Peneliti Cornell University merilis peta global yang mengungkap 70% emisi lahan pertanian berasal dari sawah padi dan pengeringan lahan gambut.
Robot bawah laut otonom Mako diuji di Great Barrier Reef untuk menanam benih lamun secara presisi. Teknologi ini diklaim mampu mempercepat restorasi.
Ilmuwan temukan fakta mengejutkan dari fosil telinga ikan: rantai makanan terumbu karang menyusut drastis akibat aktivitas manusia. Simak dampaknya!
Yosep meneliti pengetahuan, sikap, dan praktik anak muda terkait perubahan iklim. Temuannya menunjukkan bahwa tingkat pemahaman masyarakat Indonesia masih sekitar 50 persen.
Studi terbaru Smithsonian mengungkap ekosistem terumbu karang modern kehilangan kompleksitas ekologi dibandingkan 7.000 tahun lalu. Rantai makanan kini memendek drastis.
Peneliti menemukan penurunan kadar garam di Samudra Hindia bagian selatan. Fenomena ini mengancam sistem sirkulasi laut global dan iklim dunia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved