Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH area persawahan di daerah-daerah lumbung padi rawan terendam banjir di musim penghujan yang dipicu badai La Nina.
Oleh karena itu, pemerintah mulai menyiapkan peralatan pompanisasi in-out di persawahan tersebut dan melakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier atau kuartier untuk mengantisipasi terendamnya sawah serta tanaman padi.
“Kami mengaplikasikan early warning system dan rutin memantau informasi di BMKG. Kami membentuk brigade banjir, brigade tanam, dan brigade panen. Kami juga melakukan mapping di wilayah rawan banjir,” kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di Agriculture War Room (AWR) Kementerian Pertanian, kemarin.
Selain itu, para petani juga diimbau menggunakan benih padi yang tahan genangan seperti Inpara 1 sampai 10, Inpari 29, Inpari 30, Ciherang Sub 1, Inpari 42 Agritan, dan varietas unggul lokal sejenisnya.
“Yang paling penting lakukan klaim asuransi usaha tani padi bagi yang sudah mendaftar dan bantuan benih gratis bagi yang mengalami gagal panen (puso). Terakhir perbaiki pascapanen dengan menggunakan dryer atau pengering. Ini beberapa langkah sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk meng antisipasi dampak dari La Nina,” tandas Yasin.
Badai La Nina dengan curah hujan tinggi bisa berdampak terhadap sektor pertanian, perikanan, perhubungan, dan lingkungan hidup. Sebagai informasi, suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin yang menjadi ambang batas kategori La Nina.
Hal itu sejalan dengan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksikan gelombang tinggi di beberapa wilayah perairan Indonesia pada 25-27 Oktober 2020.
BMKG mengimbau masyarakat untuk waspada terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan ketika menghadapi angin dengan kecepatan di atas 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m).
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten, Laut Natuna utara, Perairan Kepulauan Natuna, dan Kepulauan Talaud. Kondisi ini mengakibatkan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,50 meter yang berisiko terhadap keselamatan pelayaran. Mohon masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi tetap waspada,” tandas Kepala bidang Humas BMKG Taufan Maulana di Jakarta, kemarin. (Iam/Fer/X-3)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved