Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar melaksanakan kunjungan kerja dan silaturahim kebangsaan ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur untuk memperkuat sinergi dalam menanggulangi radikalisme dan terorisme.
Ia berharap pondok pesantren terus menggelorakan hubbul wathon minal iman (cinta Tanah Air bagian dari iman) yang merupakan ciri khas pondok-pondok pesantren, katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (26/10)
"Jadi prinsip hubbul wathon minal iman yang selama ini menjadi ciri khas pada umumnya pondok-pondok pesantren yang ada di Jawa Timur dan indonesia ini dapat terus kita gelorakan kepada generasi muda kita," ujar Boy Rafli.
Rangkaian kunjungan dan silaturahim kebangsaan ke Ponpes di Jawa Timur dilaksanakan di Jombang dan Pasuruan, Sabtu (24/10). Untuk di Jombang ia mengunjungi Ponpes Tebuireng dan Ponpes Bahrul Ulum, sedangkan untuk di Pasuruan, pihaknya mengunjungi Ponpes Al-Ikhlas, Ponpes Nurul Karomah, dan Ponpes Sidogiri.
Boy Rafli menyampaikan silaturahim ini merupakan bagian dari upaya BNPT untuk menjalin sinergitas dengan para alim ulama. Ia berharap ponpes dapat menjadi tempat pendidikan bagi generasi muda untuk melakukan upaya peningkatan dan keseimbangan antara nilai-nilai keagamaan.
"Kita berharap mereka tetap memiliki semangat cinta kepada tanah airnya. Karena pondok adalah tempat mengajarkan membangun ukhuwah islamiyah, ukhuwah basyariyah, danukhuwah wathoniyah,” tuturnya.
Mantan Kapolda Papua ini menyampaikan bahwa BNPT sangat berkepentingan dengan silaturahim ke ponpes karena pihaknya ingin agar ponpes memiliki ketahanan yang baik di dalam menyikapi adanya paham-paham radikalisme dan intoleran.
Baca juga: Temanggung Rogoh Kocek Rp9 Miliar untuk Sabuk Gunung
"Karena terkadang paham-paham tersebut mungkin juga masuk kepada peserta didik di kalangan pondok pesantren," ucapnya.
Ia berharap semoga sinergi antara BNPT dengan Ponpes ini dapat semakin memudahkan bagi tokoh-tokoh pendidikan yang ada di Ponpes ke depannya untuk menjadi mitra BNPT dalam rangka penanggulangan terorisme.
Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Ponpes Nurul Karomah di Rejoso Pasuruan KH Syafi atau yang akrab disapa Gus Syafi menyampaikan apresiasi-nya atas kunjungan Kepala BNPT. Ia juga setuju dengan Kepala BNPT bahwa ponpes dapat menjadi mitra potensial bagi BNPT ke depan.
"Apalagi di era sekarang ini itu ukhuwah basyariyah persaudaraan antarmanusia, lalu ukhuwah wathoniyah persaudaraan cinta Tanah Air, lalu ukhuwah islamiyah persaudaaran islam itu sangat kita butuhkan untuk meredam gejolak akhir-akhir ini terutama gejolak radikalisme di pondok pesantren," tutur Gus Syafi.
Selama kunjungan silaturahmi di Ponpes di Jatim ini, Kepala BNPT didampingi Sekretaris Utama (Sestama) BNPT Untung Budiharto, Deputi I Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT Hendri Paruhuman Lubis, Kepala Biro Umum (Karoum) BNPT Fanfan Infansyah dan Direktur Pencegahan BNPT R Ahmad Nurwakhid. (OL-15)
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
INDONESIA bukan bangsa kecil. Ia lahir dari semangat, darah, dan cita-cita luhur: memerdekakan manusia dari ketakutan, kebodohan, dan ketidakadilan.
FORUM Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) merekomendasikan perlunya langkah tegas negara melalui revisi regulasi hingga pembentukan UU Anti-Intoleransi.
Menag Nasaruddin Umar menegaskan upaya mencegah intoleransi memerlukan sesuatu yang lebih kuat daripada peraturan pemerintah atau undang-undang. Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Kementerian Agama akan bergerak cepat dalam menangani berbagai kasus intoleransi yang masih terjadi di sejumlah daerah.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyatakan menyiapkan dua pendekatan agar insiden perusakan rumah doa di Padang, Sumatra Barat tak terulang
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved