Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SUASANA desa-desa di kaki Pegunungan Meratus yang dilalui rombongan
Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Hulu Sungai mendadak sepi. Tidak tampak aktivitas warga bertani di ladang. Tidak ada juga hilir mudik warga masyarakat adat di sepanjang jalan desa.
Usut punya usut ternyata warga ketakutan melihat iring-iringan
petugas KPH berseragam Polisi Hutan yang menggunakan kendaraan trail dan mobil rimba ini. "Warga sempat ketakutan. Mereka mengira ada razia covid -19 atau tim satgas kebakaran hutan dan lahan," tutur Kepala Desa Haruyan Dayak, Suhadi Anang.
Anang meminta rombongan untuk maklum atas kekhawatiran warga. Pasalnya banyak warga tidak mengerti soal protokol kesehatan dan takut akan disuntik covid -19.
Selain itu saat ini adalah musim berladang atau tanam padi gunung. Warga pedalaman di kaki Pegunungan Meratus itu sudah biasa membuka lahan dengan cara dibakar. Rombongan ini disangka aparat keamanan yang tergabung dalam Satgas Kebakaran Hutan.
Dari namanya Desa Haruyan Dayak, merupakan desa terpencil
dihuni masyarakat adat Suku Dayak Bukit (Meratus). Desa yang masuk program Komonitas Adat Terpencil (KAT) ini berada di wilayah Kecamatan Hantakan dan berjarak sekitar 20 kilometer dari ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. Jarak itu dapat ditempuh satu jam melalui jalur darat akibat kondisi jalan pegunungan sebagian masih rusak.
Masyarakat Desa Haruyan Dayak maupun desa-desa yang ada
di sepanjang kaki Pegunungan Meratus di wilayah Kalimantan Selatan
kehidupannya mengandalkan alam sekitar. Selain berladang, sumber utama
penghasilan masyarakat desa adalah sebagai pencari kayu, berburu juga
memanen hasil hutan seperti kemiri, kayu manis dan karet.
Meski bermukim di daerah terpencil namun masyarakat pegunungan
Meratus ini tidak miskin. Hasil hutan yang mereka panen cukup menjanjikan. Rata-rata tiap keluarga memiliki kendaraan roda
dua dan bahkan beberapa di antaranya punya mobil untuk mengangkut dan menjual hasil panen.
Mereka juga memiliki telepon seluler bermerek, tak kalah dengan orang
kota. Padahal, sinyal seluler hampir tidak ada dan hanya muncul di beberapa lokasi tertentu.
Masuknya jaringan listrik setahun lalu membuat warga bisa melengkapi kebutuhan sekunder mereka seperti kulkas, televisi dan kipas angin.
"Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan upaya menjaga kelestarian kawasan hutan, pemerintah melalui Dinas Kehutanan
menggulirkan program perhutanan sosial. Di Desa Haruyan Dayak ini yang
dikembangkan adalah tanaman sengon dan madu kelulut," tutur Kepala KPH Hulu Sungai, Rudiono Herlambang.
Madu Kelulut
Ada belasan ragam jenis hasil hutan bukan kayu (HHBK). Ada yang sudah sudah digeluti masyarakat lokal secara turun temurun, tapi ada juga yang baru
dikembangkan pemerintah daerah.
Irvan, Kepala Seksi Pemasaran dan Pengolahan Hasil Hutan dan PNBP Dinas Kehutanan Kalsel, menyebut produk HHBK antara lain madu alam, kopi lokal, gula merah, beras merah, minyak kemiri. Ada juga olahan jamur, minyak sereh, minyak buah ulin, kayu manis, jamu-jamuan, tikar lampit, kursi rotan serta juga obyek wisata alam.
Salah satu produk HHBK yang banyak diminati adalah madu kelulut
(meliponini). Lebah kelulut adalah lebah tidak bersengat yang menghasilkan madu dengan rasa sedikit asam. Lebih jenis ini juga memakan sari bunga, namun sering bersarang di dalam batang pohon atau kayu berlobang.
"Madu kelulut lebih banyak khasiatnya dan lebih sulit dikumpulkan
sehingga harganya lebih mahal hingga dua kali lipat dibanding madu alam
umumnya," tutur Irvan.
Jika dulu masyarakat memanen madu kelulut dengan cara menebang pohon sarang madu, kini madu kelulut sudah banyak dibudidayakan melalui teknik sarang buatan (stup). Kini Dinas Kehutanan Kalsel mengembangkan madu kelulut sebagai salah satu HHBK dengan melibatkan kelompok tani hutan (KTH) di sembilan KPH yang tersebar di wilayah Kalsel. (N-3)
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan pentingnya perubahan cara berpikir dan pendekatan struktural dalam menjaga hutan Indonesia.
Indonesia memiliki berbagai jenis hutan. Ini jenis hutan yang ada di Tanah Air.
Rozikin mengatakan respons dari Gema PS ini karena pihaknya telah merasakan langsung dampak dari kebijakan pemerintah yang dinilainya berpihak kepada rakyat.
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) saat ini sudah mulai menyebar disejumlah lokasi di pinggiran kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
KLHK memastikan bahwa pemegang izin konsesi dilibatkan dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-5, Hustle butik studio kebugaran berbasis olahraga terkemuka di Jakarta dengan bangga memperkenalkan dua kampanye unggulan.
KRISIS iklim merupakan tantangan nyata yang dihadapi Indonesia hari ini. Dampaknya terasa langsung melalui bencana hidrometeorologis, degradasi lingkungan.
DALAM rangka menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup pemerintah diharapkan memperkuat perlindungan hutan serta meningkatkan peran masyarakat hukum adat.
Masyarakat hukum adat telah lama menerapkan aturan dan norma adat dalam mengelola wilayah hutan secara berkelanjutan.
Pertambangan nikel yang telah operasional selama 2,5 tahun dan banyak membawa manfaat dalam mensejahterakan masyarakat Suku Kawei.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempercepat pengakuan hutan adat dan memperluas akses pendanaan bagi masyarakat adat melalui mekanisme yang inklusif.
KOALISI Masyarakat Sipil Kawal RUU Masyarakat Adat menilai proses pengakuan masyarakat adat di Indonesia hingga kini masih dilakukan secara bersyarat, berlapis, dan sektoral.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved