Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KORBAN bencana semburan lumpur gas belerang di lapangan Kesongo, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah mendapat bantuan 17 ekor kerbau dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora. Semburan lumpur bercampur gas belerang setinggi belasan meter disertai suara letusan itu yang berlangsung sekitar 30 menit, hingga saat ini masih meninggalkan lumpur setengah mengering dengan luasan mencapai ratusan meter dan warga belum berani lagi menginjakan kakinya di lahan tersebut.
Setelah mengetahui bencana tersebut Bupati Blora Djoko Nugroho berkesempatan menengok warga yang terkna musibah semburan gas belerang. Bertempat di rumah salah seorang warga bernama Siman, Bupati Djoko Nugroho memberikan bantuan berupa 17 ekor kerbau kepada warga Dukuh Pakuwon Lor, Desa Gabusan, Kecamatan Jati.
"Saya minta bersabar, semua ini cobaan dan diambil hikmahnya, karena ini juga merupakan pengingat pada kita untuk selalu berserah kepada Tuhan," kata Djoko Nugroho sembari menyerahkan bantuan 17 ekor kerbau untuk korban semburan lumpur gas, Kamis (22/10).
baca juga: Satgas Covid-19 Cianjur Waspadai Potensi Klaster Pesantren
Bupati juga membagikan masker sambil mengecek kondisi warga di sekitar lokasi bencana sekaligus memberikan edukasi warga agar tetap melaksanakan 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak BPBD) Blora, Hadi Praseno mengatakan bantuan kerbau sebanyak 17 ekor ini diberikan kepada warga yang kerbaunya menjadi korban semburan lumpur gas.
"Bantuan ini sebanyak 17 ekor kerbau yang diberikan kepada tujuh warga dengan jumlah bervariasi," pungkasnya. (OL-3)
Kebakaran kembali terjadi tempat penampungan minyak mentah hasil pengeboran ilegal di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
BPBD Blora juga telah menurunkan petugas untuk terus memantau kondisi di dua kecamatan tersebut, terutama saat terjadi cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang.
Polisi akan mengundang tokoh masyarakat dan perangkat desa setempat untuk mengklarifikasi secara terbuka bahwa RF tidak terbukti bersalah.
Lima santriwati Muhammadiyah Boarding School (MBS) Tahfidzul Quran Al Maa'uun Blora yang hanyut dan tenggelam di Sungai Lusi seluruhnya ditemukan meninggal.
TIGA orang santriwati yang terseret arus sungai Lusi di Kelurahan Kedungjenar, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditemukan tewas akibat tenggelam.
Delapan satriwati hanyut pada Kamis (11/12) pagi di Sungai Lusi, Blora, Jawa Tengah. Tiga selamat, satu ditemukan meninggal, dan empat masih hilang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved