Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat ini sedang gencar melakukan padat karya penanaman mangrove dengan melibatkan masyarakat pesisir. Sekurangnya ada 24 ribu warga di seluruh Indonesia yang dilibatkan dalam padat karya penanaman mangrove tersebut. Tujuannya, sebagai bagian dari upaya pemuihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.
Padat karya penamanan mangrove oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, seperti yang dilakukan di pesisir pantai utara Laut Jawa (pantura) di sekitar obyek wisata (OW) Pulau Cemara di Desa Sawojajar Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Jawa Tengah, Kamis (8/10).
Ada 64 warga yang dilibatkan dalam padat karya penanaman mangrove tersebut. Mereka merupakan warga pesisir Pantura yang terdampak pandemi covid-19. Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hudoyo, menyampaikan prinsip utama padat karya penanaman mangrove itu untuk menolong masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.
"Sambil kita membenahi lingkungan pantai yang kritis akibat abrasi dan tanaman mangrovenya rusak atau hilang," ujar Hudoyo.
Hudoyo menuturkan, padat karya penanaman mangrove dilakukan tidak hanya di Kabupaaten BrebeI tapi di seluruh Indonesia dengan target luasannya 15 ribu hektare.
"Di pesisir Obyek Wisata Pulau Cemara di Brebes ini mendapat 25 hektare yang setiap hektarnya ditanami 10 ribu bibit pohon mangrove," jelas Hudoyo yang ikut terjun menanam mangrove di obyek wisata yang masih relatif baru dan dikelola masyarakat setempat.
Ketua Kelompok Tani Mangrove Wana Lestari Desa Sawojajar Kecamatan Wanasari Brebes Munasir menyebut pihaknya bertanggung-jawab tidak hanya pada penanaman bibit mangrove-nya, tapi termasuk pemeliharaannya hingga tumbuh menjadi hutan mangrove.
"Kami akan mengawasi sekaligus mengawasi agar pohon mangrove tumbuh dan bisa menjadi hutan mangrove," ujar Munasir.
Munasir menjelaskan dalam padat karya penanaman mangrove tersebut warga dibayar setiap harinya Rp100 ribu.
"Yang ikut padat karya kebanyakan kaum ibu yang juga membuka warung di Pulau Cemara. Sekarang kan lagi sepi tidak banyak pengunjung," tutur Munasir.
baca juga: Jalur Ganda KA Tersambung ke Jombang
Kegiatan padat karya mangrove itu diharapkan dapat memperbaiki ekosistem mangrove, sekaligus memulihkan ekonomi masyarakat pesisir yang terdampak pandemi Covid-19. (OL-3)
Berbeda dengan aksi penanaman biasa, program ini mencakup pendampingan nursery (pembibitan) bagi masyarakat lokal.
Kementerian Kehutanan terus memperkuat rehabilitasi ekosistem mangrove di kawasan pesisir melalui Program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).
Direktorat Rehabilitasi Mangrove memperkuat upaya membangun ketahanan kawasan pesisir melalui pelibatan generasi muda lewat program Mangrove Goes To School (MGTS).
Dari perairan yang sempat minim kehidupan, terumbu karang kini kembali berwarna dan mangrove tumbuh semakin kokoh di pesisir Desa One Ete dan Pulau Bapa, Kabupaten Morowali. Rehabilitasi
Program ini bertujuan untuk mendorong kepedulian dan aksi nyata terhadap lingkungan agar tercipta masa depan yang lebih sehat, berkelanjutan, dan layak bagi generasi mendatang.
Para peserta Mangrove Impact Fellowship tidak hanya belajar teori, tetapi juga melihat langsung aplikasi teknologi dalam konservasi melalui peluncuran Platform Mandara milik KLHK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved