Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat akan bekerjasama dengan sejumlah rumah sakit dan laboratorium swasta dalam melakukan tes usap PCR. Cara ini dilakukan agar semakin banyak masyarakat yang diperiksa sehingga penyebaran virus korona bisa diminimalisasi.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, kerjasama dengan unsur swasta ini dilalukan mengingat laboratorium milik pemerintah terbatas dalam pengolahan sampel hasil uji PCR. "Karena kapasitas (pengolahan sampel tes PCR) kita sudah mentok," kata Emil di Bandung, Senin (28/9).
Dengan menggandeng swasta, Emil berharap jumlah tes PCR terhadap masyarakat bisa lebih banyak sehingga penyebaran virus korona bisa diminimalisasi. Meski begitu, Emil meminta unsur swasta khususnya rumah sakit tidak mematok tarif yang mahal untuk pengetesan PCR ini.
Terlebih, menurutnya pemerintah sudah mengeluarkan aturan yang jelas terkait biaya uji virus korona tersebut. "Harga satuan pengetesannya harus sesuai aturan, enggak boleh mahal-mahal," ujarnya.
Hingga saat ini, menurutnya Jawa Barat sudah melalukan tes tersebut sebanyak 383 ribu. "Jawa Barat provinsi terbanyak kedua dalam pengetesan PCR ini," katanya.
Disinggung ketersediaan alat PCR yang ada, menurutnya saat ini tersisa lima ribu. "Kita sudah minta lagi ke pemerintah pusat, akan turun 250 ribu lagi alat tes PCR. 50 ribu kita kelola, 200 ribu kita libatkan swasta," ujarnya.
Lebih lanjut, Emil mengapresiasi tujuh kabupaten/kota yang menurutnya sudah baik dalam pengetesan PCR yakni sesuai standard badan kesehatan dunia (WHO). "Sesuai WHO, PCR minimal 1% dari jumlah penduduk," katanya.
Adapun daerah tersebut di antaranya Kota Bandung, Depok, Cirebon, Bogor, Banjar, dan Sukabumi. "Bagi daerah lain, kita berupaya agar segera meningkatkan," katanya. (OL-13)
Baca Juga: KPU Batam Disomasi Terkait Plesetan Akronim RRI
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Studi terbaru mengungkapkan vaksinasi anak mengalami stagnasi dan kemunduran dalam dua dekade terakhir.
Diary, merek perawatan kulit (skin care) asal Bekasi, sukses menembus pasar Vietnam dan Jepang berkat inovasi produk, strategi digital, dan semangat pantang menyerah.
Produksi masker ini. bersamaan dengan produk lain seperti kopi, keripik udang dan coklat lokal membawa Worcas mendapatkan perhatian pasar domestik internasional.
Jubir Kemenkes Mohammad Syahril mengakui banyak sekali pengalaman yang didapat masyarakat Indonesia selama pandemi beberapa waktu lalu dalam penanganan penyebaran covid-19.
PERKEMBANGAN kasus covid-19 nasional dalam kondisi terkendali. Kasus yang menyerang pernapasan itu hanya bertambah 68 orang per Minggu, 25 Juni 2023.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghapus kebijakan regimen vaksin covid-19. Dengan begitu masyarakat bisa melakukan vaksin tanpa harus menyesuaikan dengan jenis vaksin sebelumnya
"Fase akut pandemi sudah selesai. Sars-CoV-2 akan tetap bersirkulasi seperti Virus flu lainnya. Selalu ada fluktuasi jumlah kasus yang lebih penting sistem kesehatan punya kesiapan
Screening covid-19 harus digencarkan seiring kembali melonjaknya kasus covid-19 di Indonesia. Dalam dua hari terakhir, jumlah kasus aktif harian mencapai angka lebih dari 1.000 orang.
"Para pelancong dari Tiongkok ke Prancis tidak lagi diwajibkan untuk menunjukkan hasil tes RT-PCR negatif dalam waktu 48 jam atau mengisi formulir pernyataan kesehatan,"
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved