Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Sulawesi Tengah (Sulteng) akan mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 yang rencananya akan digelar pada Desember 2020. Dua pasangan siap bertarung untuk mengisi kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng.
Jelang pelaksanaan Pilkad Sulteng, masyarakat Sulteng mengharapkan untuk memiliki pemimpin yang bisa membawa perubahan ke arah lebih maju, tokoh pemuda Sulteng Mahamuddin berharap masyarakat Sulteng akan mendapat pemimpin yang tepat.
Dengan tampilnya dua pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, Mahamuddin berharap masyarakat tidak salah memilih dengan mempertimbangkan rekam jejak dari pasangan yang jelas telah memiliki pengalaman.
Mahamuddin menilai pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur (Sulteng) Rusdy Mastura - Ma'mun Amir sebagai figur yang tepat untuk memimpin masyarakat Sulteng.
“Rusdy Mastura yang pernah dua periode menjadi Wali Kota Palu serta pasangannya Ma'mun Amir yang sempat menjadi Bupati Banggai dengan waktu yang sama. Oleh karena itu kedua sosok ini sangat layak untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng selanjutnya,” papar tokoh pemuda Sulteng di Kota Palu, Sulteng, Minggu (21/9).
Tak hanya itu, Mahamuddin juga mendambakan pemimpin masa depan Sulteng mampu memahami dan mendorong kalangan milenial bangkit dan lebih produktif.
"Kita adalah penentu arah sejarah Sulteng, di tangan kita anak muda sejarah Sulteng harus kita ukir. Sejarah untuk menghadirkan pemimpin yang visioner dengan kerja cepat, jujur, dan merakyat," terang Mahamuddin yang dikenal sebagai tokoh pemuda Sulteng.
Dengan pengalamannya, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng Rusdy-Ma'mun telah mendapat dukungan dari sembilan partai termasuk NasDem.
Pasangan Rusdy-Ma’Mun akan bersaing dengan pasangan Hidayat Lamakarate-Bartholomeus Tandigala memperbutkan kursi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng. (RO/OL-09)
Anwar-Reny mencatat capaian program BERANI di sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, mulai dari 23.568 beasiswa hingga layanan kesehatan bagi 135.084 warga.
AKSI unjuk rasa yang digelar Serikat Buruh Industri Morowali Indonesia (SBIMI) di depan kantor PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Pemprov Sulawesi Tengah melalui program Berani Sehat jamin masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa khawatir biaya atau kendala BPJS.
Langkah sistematis dalam menerapkan prosedur keselamatan dinilai menjadi kunci utama dalam melindungi hak-hak dasar tenaga kerja.
GUBERNUR Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, terus memperketat pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA), khususnya di kawasan industri strategis seperti Morowali.
Pelibatan Mabes Polri diperlukan untuk menguji transparansi penanganan kasus yang selama ini bergulir di Polda Sulteng.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved