Rabu 09 September 2020, 07:47 WIB

Restorasi Kawasan Bekas Tambang Grasberg Jadi Area Konservasi

mediaindonesia.com | Nusantara
Restorasi Kawasan Bekas Tambang Grasberg Jadi Area Konservasi

DOK PT Freeport Indonesia
Sejumlah karyawan melakukan restorasi kawasan bekas tambang terbuka Grasberg, Papua menjadi kawasan konservasi.

 

PT Freeport Indonesia (PTFI) terus merestorasi kawasan bekas tambang terbuka Grasberg, Papua agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai area konservasi yang memadai bagi flora dan habitat yang aman bagi berbagai jenis satwa liar. Upaya restorasi  telah berlangsung sejak awal masa operasional Grasberg dan masih akan terus dilakukan hingga masa operasional seluruh tambang PTFI berakhir. Restorasi kawasan bekas tambang ini  mendapatkan dukungan dari akademisi dan pakar lingkungan, seperti Fakultas Pertanian Universitas Papua (FAPERTA UNIPA) dan Pusat Studi Reklamasi Tambang Institut Pertanian Bogor (IPB), melalui pelaksanaan sejumlah penelitian.

Lokasi Grasberg yang berada di ketinggian sekitar 4.000 meter di atas permukaan laut membuat area ini memiliki ekosistem alami yang belum tentu dapat dijumpai di daerah lain. Seperti didominasi oleh padang rumput dan dilengkapi tumbuhan semak serta herba eksotis. Dengan ketinggian dan karakteristik tersebut, tantangan untuk merestorasi kondisi ekologi lingkungan semakin meningkat. Beberapa di antaranya adalah suhunya yang bisa mencapai 7° Celcius, curah hujannya yang begitu tinggi, intensitas cahayanya yang sangat rendah, dan kawasannya yang dihampari bebatuan tanpa tanah, yang membuat kemampuan tumbuh berbagai jenis vegetasi menjadi sangat lambat.

Salah satu upaya restorasi yang tengah dilakukan adalah melakukan upaya konservasi plasma nutfah, yakni menggunakan sepenuhnya spesies tumbuhan lokal di sekitar Grasberg menjadi tumbuhan yang ditanam di area reklamasi. 

"Konservasi plasma nutfah telah membantu kami melakukan upaya restorasi kawasan bekas tambang Grasberg di dataran tinggi dengan lebih optimal, mengingat membudidayakan tanaman dari dataran rendah sangat sulit dilakukan di Grasberg. Kami berharap, tambang terbuka Grasberg yang telah kami tutup dapat kembali pulih dan menjadi ekosistem yang sehat bagi flora dan fauna," ujar General Superintendent of Highland Reclamation and Monitoring PT Freeport Indonesia, Pratita Puradyatmika dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9).
 
Selain menggunakan plasma nutfah, upaya lain yang juga bisa dilakukan untuk menyokong program restorasi Grasberg adalah memulihkan area Grasberg dengan menggunakan metode biologi, atau bioremediasi. 

Wakil Dekan 1 FMIPA UNIPA Maria Massora yang pernah terlibat dalam penelitian restorasi Grasberg mengatakan bakteri yang diisolasi dari batuan bijih di tambang Grasberg berpotensi untuk dimanfaatkan dalam program restorasi melalui program bioremediasi untuk membantu mempercepat pemulihan lingkungan di sekitar area Grasberg. 
"Kemampuan bakteri untuk mengembangkan mekanisme resistensi terhadap logam membuat bakteri tersebut dapat hidup pada media yang memiliki kadar logam tinggi seperti di area Grasberg, menunjang ketersediaan hara bagi tumbuhan, serta membantu mempercepat pemulihan lingkungan di area Grasberg," kata Maria.

Kerja sama penelitian yang dilakukan PTFI dan kalangan akademisi ini pun mendapat dukungan dari pakar lingkungan lainnya. Peneliti Pusat Studi Reklamasi Tambang Institut Pertanian Bogor  Iskandar menjelaskan upaya restorasi kawasan Grasberg, dengan berbagai keunikan alam dan tantangan yang dimilikinya, membutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan antar berbagai sektor. 

"Kerja sama yang PTFI lakukan dengan dunia akademisi sangat membantu mempercepat upaya optimalisasi pemulihan kondisi ekologi tambang terbuka Grasberg," terang Iskandar.

baca juga: Sumut Genjot Pertanian untuk Pulihkan Ekonomi

Aktivitas restorasi tidak hanya dilakukan PTFI di area bekas pertambangan Grasberg, namun juga di wilayah operasi lainnya di dataran rendah. Khusus di Grasberg, restorasi sudah dilakukan sejak tahun 1999 dengan melibatkan berbagai pihak, baik kalangan akademisi maupun Pemerintah Kabupaten Mimika dan pemerintah pusat. 

"Pemulihan lingkungan di seluruh area kerja PTFI merupakan salah satu bentuk komitmen kami untuk mewujudkan produksi yang aman dan berkelanjutan. Tidak hanya bagi masyarakat, namun juga bagi lingkungan tempat kami beroperasi," tutup Manajer Lingkungan Hidup PTFI Gesang Setyadi. (OL-3)


 

Baca Juga

Dok.BPBD Bojonegoro

Tiga Hari Pencarian Jasad Lansia Terhanyut Kali Gandong Ditemukan

👤M Yakub 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:20 WIB
JENAZAH Wanita lanjut usia (lansia) asal Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jatim, yang terseret arus Kali Gandong...
ANTARA/Destyan Sujarwoko

Kudus Kekurangan 976 Guru Berstatus PNS

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:10 WIB
Setiap tahun guru yang memasuki masa pensiun mencapai 200 orang, sedangkan rekrutmen CPNS selama ini belum mampu...
Dok.Istimewa

15 Menit Puting Beliung Muncul di Waduk Gajah Mungkur

👤Widjajadi 🕔Rabu 20 Januari 2021, 20:05 WIB
PUTING beliung yang cukup besar muncul di tengah Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri selama hampir 15 menit pada Rabu sore (20/1). Sejauh...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya