Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
PASANGAN calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid dan Sigit Purnomo (Pasha Ungu), gagal melaju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.
Paslon yang diusung Partai Demokrat, PAN dan PPP tidak memenuhi syarat dukungan kursi DPRD. Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Demokrat Kamhar Lakumani menyebut syarat mengusung paslon di Pilkada Sulteng, yaitu Sembilan kursi.
Baca juga: Bawaslu Kalteng Pantau Aktivitas ASN di Media Sosial
Adapun Anwar dan Pasha hanya mengantongi dukungan tujuh kursi. "Masing-masing Demokrat empat kursi, PAN dua kursi dan PPP satu kursi," ujar Kamhar dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9).
Pihaknya mengaku sedih dengan kenyataan ini. Mengingat, pasangan Anwar dan Pasha selalu unggul dalam sejumlah survei publik. “Semenjak bersepakat untuk jalan bersama pada Maret lalu, pasangan ini terus mengalami tren kenaikan secara konsisten," imbuh Kamhar.
Kendati demikian, lanjut dia, pihaknya tidak ingin larut dalam kesedihan. Menurutnya, kegagalan ini menjadi pelajaran untuk Pilkada Sulteng ke depan. "Ini menjadi bahan instropeksi untuk berbenah agar ke depan ada peningkatan capaian," pungkasnya.
Baca juga: Ada 9 Hal Baru dalam Pemungutan Suara Pilkada 2020, Apa Saja?
Setelah gagal, Partai Demokrat mengusung pasangan Rusdi Mastura dan Ma’mun Amir. Demokrat juga bakal membantu pemenangan pasangan Rusdi dan Ma'mun tersebut.
“Kami optimis pasangan ini akan memenangkan kontestasi Pilgub Sulteng. Apalagi tiga partai yang sebelumnya berkoalisi untuk pasangan Anwar-Sigit, kompak beralih kepasangan ini," tutup Kamhar.(OL-11)
GUBERNUR Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas tambang ilegal di provinsi itu.
Tahun ini juga istimewa karena adanya Remisi Dasawarsa. Di mana, 2.779 warga binaan menerima RD dan PMP RD I, sedangkan 17 orang langsung bebas dengan RD II.
Pemprov Sulteng berkomitmen menciptakan iklim usaha kondusif bagi pengembang melalui regulasi yang mendukung, kemudahan perizinan, dan kebijakan insentif.
Pengukuhan ini menandai keterlibatan Palu dalam jaringan nasional keamanan siber, bersama 43 TTIS dari pelbagai instansi pusat dan daerah.
KANTOR Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) menggelar tes urine massal pegawai.
Kedua, produksi beras naik 45.810 ton GKG atau setara 29.779 ton beras, sehingga surplus beras meningkat dari 137 ribu ton menjadi 150 ribu ton.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved