Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Saatnya Tata Kelola, Manajemen Risiko dan Kepatuhan Jadi Solusi

Mediaindonesia.com
20/8/2020 10:10
Saatnya Tata Kelola, Manajemen Risiko dan Kepatuhan Jadi Solusi
Kerap memberikan masukan positif kepada pemerintah permasalahan tata kelola perusahaan, pengelolaan risiko dan penerapan kepatuhan.(Dok.Ist)

BANYAK perusahaan nasional yang sudah layu sebelum berkembang. Hal itu akibat mereka tidak menerapkan risiko dan tata kelola secara terintegrasi.  Hal tersebut diungkapkan  Komisaris Utama di perusahaan PT. Sarana Global Finance Indonesia serta Komisaris Utama PT Binuang Mitra Bersama,  Robertus Maria Bambang Gunawan kepada wartawan, Kamis (20/8).

“Dalam momentum penerapan manajemen risiko terintegrasi dan tata kelola terintegrasi, pelaksanaan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan sudah merupakan solusi dan kebutuhan mendesak konglomerasi industri keuangan nasional, dalam mencapai compliance atas aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagian besar induk perusahaan ini adalah bank dengan anak perusahaan yaitu bank, sekuritas, multifinance, dan asuransi,” jelas Robertus yang juga dosen pascasarjana program MM dan MARS aktif di Universitas Pelita Harapan.

Baca juga: Antisipasi Perubahan, Dekopin Gencarkan Konsep Modernisasi

Lebih lanjut Robertus memaparkan bahwa upaya untuk meningkatkan kesehatan dan kompetisi konglomerasi industri keuangan perlu disusun berdasarkan arsitektur yang terintegrasi bagi industri jasa keuangan nasional ke dalam suatu kerangka kerja yang komprehensif.

"Tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan adalah ketentuan induk yang menaungi pendekatan organisasi melintasi ketiga bidang ini," ujar Robertus lagi.

Dalam kariernya Robertus dikenal sebagai profesional yang berpengalaman di berbagai bidang usaha antara lain, perbankan, multifinance, pertambangan serta dirinya pun dikenal luas sebagai akademisi aktif. Namanya kian meroket seusai menulis buku berjudul 'Good Governance, Risk Management and Compliance'.

Selain itu, dirinya kerap menjadi pembicara dan memberikan kuliah umum di berbagai universitas tentang tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan. Ia juga kerap menyampaikan, tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan dinilai sangat menunjang perkembangan bisnis suatu entitas usaha, utamanya entitas usaha keuangan mencapai target yang ditetapkan.

Di samping itu ia juga kerap memberikan masukan positif kepada pemerintah melalui beberapa tulisan atau saat menjadi pembicara khususnya sehubungan dengan permasalahan tata kelola perusahaan, pengelolaan risiko dan penerapan kepatuhan yang tidak baik. (Ant/A-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Maulana
Berita Lainnya