Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
BANYAK perusahaan nasional yang sudah layu sebelum berkembang. Hal itu akibat mereka tidak menerapkan risiko dan tata kelola secara terintegrasi. Hal tersebut diungkapkan Komisaris Utama di perusahaan PT. Sarana Global Finance Indonesia serta Komisaris Utama PT Binuang Mitra Bersama, Robertus Maria Bambang Gunawan kepada wartawan, Kamis (20/8).
“Dalam momentum penerapan manajemen risiko terintegrasi dan tata kelola terintegrasi, pelaksanaan tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan sudah merupakan solusi dan kebutuhan mendesak konglomerasi industri keuangan nasional, dalam mencapai compliance atas aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebagian besar induk perusahaan ini adalah bank dengan anak perusahaan yaitu bank, sekuritas, multifinance, dan asuransi,” jelas Robertus yang juga dosen pascasarjana program MM dan MARS aktif di Universitas Pelita Harapan.
Baca juga: Antisipasi Perubahan, Dekopin Gencarkan Konsep Modernisasi
Lebih lanjut Robertus memaparkan bahwa upaya untuk meningkatkan kesehatan dan kompetisi konglomerasi industri keuangan perlu disusun berdasarkan arsitektur yang terintegrasi bagi industri jasa keuangan nasional ke dalam suatu kerangka kerja yang komprehensif.
"Tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan adalah ketentuan induk yang menaungi pendekatan organisasi melintasi ketiga bidang ini," ujar Robertus lagi.
Dalam kariernya Robertus dikenal sebagai profesional yang berpengalaman di berbagai bidang usaha antara lain, perbankan, multifinance, pertambangan serta dirinya pun dikenal luas sebagai akademisi aktif. Namanya kian meroket seusai menulis buku berjudul 'Good Governance, Risk Management and Compliance'.
Selain itu, dirinya kerap menjadi pembicara dan memberikan kuliah umum di berbagai universitas tentang tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan. Ia juga kerap menyampaikan, tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan dinilai sangat menunjang perkembangan bisnis suatu entitas usaha, utamanya entitas usaha keuangan mencapai target yang ditetapkan.
Di samping itu ia juga kerap memberikan masukan positif kepada pemerintah melalui beberapa tulisan atau saat menjadi pembicara khususnya sehubungan dengan permasalahan tata kelola perusahaan, pengelolaan risiko dan penerapan kepatuhan yang tidak baik. (Ant/A-1)
Pertama, Rezky telah meresmikan lapangan padelnya di kawasan Bintaro. Terbaru, ia baru saja membuka Monarch Padel Club di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, pada Sabtu, (14/2).
MENUTUP 2025, pertumbuhan bisnis BRI Life meningkat signifikan. Ini ditunjukkan oleh pertumbuhan profit meningkat 25,4% dari Rp760,4 miliar pada 2024 menjadi Rp954 miliar pada 2025.
Ajang Business Matching Indonesia–Korea sukses digelar pada 21 Januari 2026 di Marina Bay Seoul Hotel & Resort, Korea Selatan.
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis dengan Inggris.
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved