Kamis 16 Januari 2020, 16:43 WIB

Antisipasi Perubahan, Dekopin Gencarkan Konsep Modernisasi

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Antisipasi Perubahan, Dekopin Gencarkan Konsep Modernisasi

Despian Nurhidayat/MI
Ketua Umum Dekopin Nurdin Halid (tengah) bersama jajarannya mengumumkan susunan pengurus pimpinan paripurna Dekopin periode 2019-2024.

 

DEWAN Koperasi Indonesia (Dekopin) berencana mengubah konsep pengelolaan yang modern di kepengurusan periode 2019-2024. Langkah transformasi ini mengantisipasi dinamika perubahan dalam memanfaatkan teknologi yang semakin cepat berkembang.

Ketua Umum Dekopin, Nurdin Halid, mengatakan perubahan yang dinamis juga bakal memengaruhi sektor ekonomi dan harus disikapi dengan strategi bisnis modern. Peran generasi milenial juga akan mempercepat perubahan yang perlu dimaksimalkan di sektor pengelolaan koperasi.

"Di era saat ini perubahan menjadi kebutuhan untuk menjaga perkembangan dan keberlangsungan bisnis," ungkap Nurdin di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (16/1).

Menurut Nurdin, dampak revolusi industri 4.0 juga bakal mengubah tatanan pemerintahan dan pelaku usaha secara sistemik. Dekopin dinilai perlu berubah untuk menghadapi tantangan koperasi yang belum memberikan kinerja bisnis optimal.

"Saya mengajak seluruh pelaku koperasi untuk fokus membangun bisnis, melakukan modernisasi manajemen usaha dan memperkuat jaringan usaha. Serta, melakukan perubahan tata kelola koperasi berbasis teknologi dan ilmu pengetahuan," imbuhnya.

Pada dekade terakhir pertumbuhan koperasi didominasi sektor simpan pinjam dan koperasi di sektor riil yang kesulitan menghadapi persaingan usaha. Minimnya perkembangan koperasi produksi disinyalir terkendala lemahnya aspek permodalan, teknologi, distribusi dan pasar.

Kualitas sumber daya manusia (SDM) di gerakan koperasi juga masih tertinggal dibandingkan pelaku usaha lain. Hal ini ditambah bisnis koperasi masih belum dikelola sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Nurdin menambahkan, pihaknya bakal fokus mengurangi kelemahan Dekopin yang menghadapi tantangan sulit dalam menerima eksistensi pemuda koperasi dan pemikiran baru. Strategi yang dilakukan ialah membangun pertumbuhan dengan memperkuat sektor riil, agar koperasi mempunyai nilai tambah dan daya saing baik di tingkat lokal maupun global.

"Strategi kedua, mempercepat perubahan tata kelola organisasi dan bisnis melalui modernisasi manajemen koperasi. Itu dengan membangun kultur bisnis dan organisasi yang modern, serta fokus pada bisnis," pungkas Nurdin.(OL-12)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More