Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 25 kecamatan yang tersebar di delapan kabupaten di Jawa Tengah (Jateng) masuk dalam kategori awas kekeringan. Sebab, ada sejumlah daerah yang tidak mengalami hujan cukup lama.
Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengutip prakiraan yang dikeluarkan BMKG Semarang menyebutkan, 25 kecamatan yang masuk kategori awas kekeringan tersebar di Kabupaten Sragen, Kebumen, Klaten, Wonogiri, Purworejo, Jepara, Karanganyar dan Sukoharjo.
"Dari delapan kecamatan itu, ada dua yang paling banyak kecamatan dengan status awas yakni Kebumen dengan lima kecamatan dan Wonogiri dengan delapan kecamatan," kata Rendi, Senin (17/8).
Baca Juga: BMKG Prediksi Kemarau 2020 Mundur
Menurutnya, berdasarkan prakiraan pada Agustus hingga awal September mendatang, intensitas hujan diperkirakan mencapai 10-50 milimeter (mm) atau masuk dalam kategori rendah.
"Sementara untuk wilayah paling lama tidak turun hujan adalah wilayah Masaran, Sragen selama 72 hari, kemudian Mirit, Kebumen, kemudian Bawak, Klaten dan Wuryantoro, Wonogiri selama 71 hari. Sementara di Badegolan, Kebumen dan Pituruh, Purworejo tidak turun hujan selama 70 hari," jelasnya. (OL-13)
Baca Juga: Mitigasi dan Adaptasi Kekeringan Ekstrem
Studi terbaru mengungkap rangkaian kekeringan panjang berperan besar dalam kemunduran Peradaban Lembah Indus, memicu penyusutan kota dan pergeseran permukiman secara bertahap.
Kebutuhan untuk penanganan kekeringan dari tahun ke tahun terus bertambah sehingga perlu dicari upaya lain seperti mencari sumber air baru.
Gelombang panas, terutama pada siang hari, mempercepat penguapan air dari daun dan tanah, menurunkan ambang kekeringan.
BEBERAPA desa di kawasan lereng Gunung Merapi, di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kini mengalami kekeringan
Pemantauan Media Indonesia, Kamis (31/7) hujan masih turun di sejumlah daerah di Jawa Tengah terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi, namun dengan intensitas yang menurun.
Mundurnya musim tanam disebabkan adanya revitalisasi atau perbaikan saluran irigasi baik air yang mengalir melalui Saluran Induk Cipelang dan Saluran Induk Sindupraja.
Capaian ini sekaligus mencatatkan Jawa Tengah sebagai daerah dengan serapan tenaga kerja tertinggi kedua di Pulau Jawa,
Kesenjangan akses medis antara kota dan desa harus segera diakhiri melalui jemput bola pelayanan.
Strategi penanganan dilakukan melalui skema peningkatan hingga rehabilitasi rutin untuk menjaga konektivitas antarwilayah.
Hingga Oktober 2025, kerusakan kawasan konservasi akibat tambang ilegal telah mencapai 409 hektare.
Tol Kanci-Pejagan, tercatat sebanyak 3.465 kendaraan melintas keluar tol sejak pukul 00.00 hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi.
Prestasi gemilang tersebut dinilai menjadi bagian krusial dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam mempertahankan posisi teratas pada pesta olahraga terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved