Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK enam dari 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terpetakan rawan narkoba. Kondisi tersebut tidak terlepas maraknya kasus peredaran dan penyalahgunaan.
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Cianjur Basuki mengatakan hasil pemetaaan itu setidaknya ada tiga kategori tingkat peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Tiga kategori itu yakni rawan, rentan, dan waspada.
"Di Cianjur, ada enam kecamatan yang kami petakan indikasinya rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba, yaitu Cipanas, Pacet, Cianjur, Karangtengah, Cilaku, dan Cikalongkulon," terang Basuki, Minggu (9/8).
Baca juga: Dana BLT Covid-19 Sikka Sebesar Rp161 Juta Dicuri
Perwira polisi berpangkat Ajun Komisaris Besar itu menuturkan, selama 2019, peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Cianjur terdata sebanyak 760 kasus. Dari jumlah kasus tersebut, ada yang ditindaklanjuti dengan proses hukum, rehabilitasi, serta tidak melaporkan.
"Jadi, data sebanyak 760 kasus ini diperoleh dari akumuliasi laporan Polres Cianjur, Polda Jabar, BNNP Jabar, BNNK Cianjur, BNN, dan dari
lembaga-lembaga rehabilitasi," jelas Basuki yang pernah menjabat Kasatlantas Polres Cianjur ini.
Berbagai upaya dilakukan BNNK Cianjur memerangi peredaran narkoba. Satu di antaranya dengan membentuk Desa Bersih Narkoba atau dikenal Desa Bersinar.
"Konsep Desa Bersinar ini lebih kepada upaya melibatkan partisipasi aktif aparatur pemerintahan desa dan masyarakat setempat memerangi narkoba," ungkapnya.
Menurut Basuki, banyak terungkapnya berbagai kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba bisa dikatakan mengindikasikan sebuah keberhasilan.
Artinya, semua elemen berkompeten di satu daerah bekerja aktif memerangi dan memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
"Jadinya, banyak terungkapnya kasus bukan berarti kegagalan, justru menjadi sebuah keberhasilan," tegas Basuki.
Perang terhadap narkoba tidak bisa dilakukan BNNK sendirian. Tapi butuh kerja sama dari semua pihak, terutama pemerintah daerah untuk mendukung berbagai program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
"Peran stake holder sangat penting," tandasnya. (OL-1)
Gelombang pertama puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved