Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Sebelum Kurikulum Darurat Diterapkan, Disdik Babel akan Evaluasi

Rendy Ferdiansyah
09/8/2020 09:18
Sebelum Kurikulum Darurat Diterapkan, Disdik Babel akan Evaluasi
Pelajar peserta Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Bangka Belitung mengikuti pelatihan baris-berbaris.(ANTARA/Mohamad Hamzah)

DINAS Pendidikan (disdik) Provinsi Bangka Belitung (Babel) belum akan menerapkan kurikulum darurat untuk pembelajaran di tengah pandemi covid-19 sebab masih akan dilakukan evaluasi terhadap kurikulum yang sudah berjalan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Babel Muhammad Soleh mengatakan menteri pendidikan dan kebudayaan memang menganjurkan pembelajaran di tengah pandemi ini dengan kurikulum darurat, tetapi hal tersebut tidak dipaksakan.

"Ya memang benar. Tapi, Pak menteri kan tidak memaksa semua kembali ke daerah. Jika merasa sekolah nyaman dengan kurikulum 13 tetap dengan 13. Kita di Babel ini belum akan menerapkan kurikulum darurat tersebut," kata Soleh, Minggu (9/8).

Baca juga: Mahasiswa dari Luar Yogyakarta Diminta Ikut Prosedur Kesehatan

Pihaknya, menurut Soleh, ingin melihat dulu seperti apa kurikulum darurat tersebut sebelum menerapkan kepada siswa SMA/SMK.

"Kita ingin pastikan kurikulum darurat itu seperti apa, sebelum kita terapkan ke para siswa," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan evaluasi apakah SMA/SMK di Babel ini perlu menggunakan kurikulum darurat atau cukup dengan kurikulum 13 saat ini.

Ia mengaku pembelajaran pada semester genap sudah menggunakan kurikulum yang sesuai di setiap sekolah masing-masing.

Ia menambahkan, pembelajaran di tengah pandemi ini siswa memang banyak dituntut pembelajaran jarak jauh (PJJ).

"Memang sudah ada beberapa sekolah yang menjadi percontohan pembelajaran tatap muka, tapi kebanyakan sekolah masih menerapkan PJJ," pungkasnya. (OL-1)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya