Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG penyelenggaraan Salat Idul Adha, Gubernur Sumsel Herman Deru meminta agar pengurus dan panitia masjid atau tempat ibadah hanya mengisi 50 persen saja. Hal itu sebagai upaya physical distancing dalam pelaksanaan ibadah di dalam masjid.
"Besok (Jumat) akan dilaksanakan Salat Idul Adha di seluruh masjid. Tapi saya meminta dan mewajibkan agar semua tempat ibadah ini menerapkan protokol kesehatan," kata dia, disela mengecek Masjid Raya Taqwa Palembang, Kamis (30/7).
Untuk tingkat keterisian masjid, harus 50 persen dari jumlah jemaah biasanya. Selain itu juga harus berjarak bagi jemaah yang melaksanakan salat Idul Adha. Untuk itu, panitia masjid harus mengatur jarak bagi tiap jemaah. "Saya minta agar jarak tiap jemaah yang salat diatur, diberi tanda," jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, kata Herman Deru, harus berlakukan protokol kesehatan dengan menerapkan physical distancing, menyiapkan hand sanitizer dan masker. "Jika membludak, pengurus harus mengatur strategi. Apakah salat diluar area masjid atau dialihkan ke masjid lain," jelasnya.
Herman Deru menuturkan, dirinya tidak membatasi jemaah yang datang, baik jemaah berusia tua ataupun anak-anak. Namun ia meminta agar semua jemaah dapat menerapkan protokol kesehatan. "Sebentar lagi kan aturan mengenai kewajiban protokol kesehatan keluar, jadi semua masyarakat Sumsel harus patuhi aturan," kata dia.
Mengenai penyembelihan hewan kurban, Herman Deru meminta agar menerapkan aturan yang dikeluarkan Kemenag RI. Diantaranya, pemotong hewan kurban harus menggunakan sarung tangan dan lainnya. "Dalam pembagian juga, saya minta diatur. Jangan sampai berkerumun. Penerima hewan kurban diatur seperti dibariskan dengan jarak, ataupun dengan strategi lain seperti dibagikan ke rumah-rumah penerima," pungkasnya. (OL-12)
Menjelang Ramadan, kegiatan bersih-bersih masjid mulai marak dilakukan warga untuk menyiapkan tempat ibadah yang lebih higienis dan nyaman.
Baznas kembali meluncurkan program Masjid dan Musala Bersih, Segar, dan Rapi (Berseri) dalam rangka menyambut Ramadan 1447 H/2026 M.
Rangkaian acara Silatnas dirancang komprehensif, mencakup simposium, peluncuran program strategis, hingga kegiatan sosial.
Prima DMI ingin memastikan bahwa remaja masjid tidak hanya hadir di mimbar dakwah.
Kondisi Masjid Syuhada Tamiang sebelumnya cukup memprihatinkan karena tertutup material lumpur, noda, serta kerak sisa bencana yang mengeras.
AWAL Oktober kemarin, saya berkesempatan hadir menjadi salah satu pembicara pada ajang the 4th PCINU Belanda’s Biennial International Conference di University of Groningen, Belanda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved