Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
Jelang Idul Adha 1441 Hijriah, penjualan hewan kurban di beberapa lapak yang berada di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya mengalami penurunan hingga mencapai 40 persen.
Penjualan dilakukan di Pasar Hewan Manonjaya dan Mangkubumi tersebut, setelah pemerintah Daerah memberlakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB).
Baca juga: Hampir Separuh Penderita Covid-19 di Kalsel Sembuh
Penjualan hewan kurban yang berada di setiap lapak berasal dari peternak Cibalong, Cikalong, Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran, Banjarnegara, Madura, Jember, Jawa Timur dan Jawa Tengah masih memenuhi lokasi. Terlihat banyak penjual yang tidak mengenakan masker.
Plt Kepala UPTD Pasar Hewan Manonjaya, Eka Rostika Ningsih mengatakan, jelang iduladha sekarang banyak pedagang yang berasal dari luar daerah sengaja datang ke Tasikmalaya dengan menggunakan truk untuk menjual hewan. Namun, kedatangan ratusan pedagang yang memakai kendaraan selama ini luput dari penyemprotan hingga sebagian dari mereka tetap tidak mau memakai masker.
"Selama masa adaptasi kebiasaan baru (AKB) masih tetap saja para penjual tidak memakai masker meskipun protokol kesehatan selama ini sudah diterapkan. Penjualan hewan kurban tahun ini mengalami penurunan mencapai 40-50 persen jelang Idul Adha, jika dibandingkan tahun lalu memang ada peningkatan hingga mencapai 65-70 persen dan tentunya sangat jauh sekali perbandingannya," katanya, Jumat (24/7).
Eka mengatakan, penjualan hewan kurban di masa pandemi Covid-19 ada persaingan antarpedagang lokal dan luar daerah tidak bisa dibendung.
Namun peternak lokal mengeluh karena hewan peliharaannya kalah bersaing dengan hewan berasal dari luar daerah. Padahal, harga jual tiap tahun mengalami kenaikan 20% atau rata-rata sapi yang dijual seharga Rp18-23 juta per ekor.
"Memang peternak sapi yang berasal dari luar daerah selama ini paling banyak sudah masuk ke lapak karena melihat tubuhnya besar, akan tetapi para penjual lokal banyak mengeluhkan dengan persaingan harga tersebut hingga dari mereka berupaya agar sapinya itu bisa terjual. Untuk penjualan sapi lokal selama ini mereka jual seharga Rp14 sampai Rp 17 juta," ujarnya.
Sementara itu, pedagang sapi kurban, Memed, 58, warga Jalan Gubernur Sewaka, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya mengatakan, penjualan sapi saat ini mengalami penurunan dan masih banyak sapi di lapaknya belum terjual.
Padahal, pada tahun sebelumnya, sapi yang dijualnya sudah banyak yang laku terjual namun menurunnya penjualan disebabkan karena perekonomian berhenti akibat covid-19.
"Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, H-7 Idul Adha sapi yang telah terjual sekitar 100 ekor akan tetapi sekarang ini yang ada 60 ekor belum terpesan semua," ujarnya. Pedagang, ujarnya, akhirnya memberikan potongan agar menarik pembeli yang melakukan pemesanan.
Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan, Kota Tasikmalaya, Tedi Setiadi mengungkapkan, ketersediaan hewan kurban di wilayahnya telah mencukupi kebutuhan warga yang akan melaksanakan hari raya Iduladha. Hewan kurban yang dijual, terangnya, telah memiliki sertifikat kesehatan hewan.
"Hewan kurban yang masuk dari luar daerah pasti ada surat keterangan sehatnya dan kita sudah turunkan untuk melakukan pemeriksaan. Kondisi hewan Insyaallah aman, sebab penjual juga tidak ingin ambil risiko. Kami tetap mengimbau para pembeli hewan kurban teliti dalam memilih sapi. Pembeli dapat menanyakan asal hewan kurban dan meminta agar pedagang menunjukkan surat keterangan sehat hewan meskipun saat ini masih banyak ditemukannya pelanggaran protokol kesehatan," pungkasnya. (H-3)
Cek hitung mundur Idul Adha 2026! Kapan hari raya kurban? Berapa hari lagi? Temukan tanggal pasti, tips persiapan, dan makna Iduladha di sini.
Ied atau Eid? Temukan penjelasan mana yang benar berdasarkan kaidah Bahasa Arab, asal-usul kata, dan penggunaannya.
Distribusi hewan kurban ini menyasar ke daerah tertinggal agar keberkahan Idul Adha tersebar merata.
LION Parcel (PT Lion Express), perusahaan logistik terkemuka di Indonesia menunjukkan komitmen untuk terus berbagi kebaikan lewat kampanye Logistik Baik.
Program ini merupakan bentuk solidaritas dari masyarakat Indonesia yang tidak pernah berhenti mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Lalamove, platform pengiriman daring, menunjukkan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan mitra pengemudi melalui program tanggung jawab sosial bertajuk DeliverCare.
WARGA Solo yang bandel tidak menggunakan masker saat keluar rumah makin banyak. Hukuman sosial membersihkan sampah di kali/sungai tidak membuat takut.
Berikut ini 27 alasan masyarakat yang tidak menggunakan masker yang ditemukan berulang kali. Mulai dari malas, panas, lupa, jelek, keluar sebentar, ketinggalan hingga diam saja
WARGA yang mengetahui dirinya terjangkit virus covid-19, tetapi masih berkeliaran dapat dijerat dengan Undang-undang Karantina Kesehatan
Jumlah tersebut meningkat dibanding catatan data terakhir pada 3 September 2020 lalu yakni 139.201 orang tak menggunakan masker.
Karya-karya jurnalistik tidak hanya sekadar menyajikan perkembangan terkait virus covid-19. Namun informasi dikemas agar membuat publik paham situasi pandemi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved