Rabu 22 Juli 2020, 05:46 WIB

Tiga Pelaku Illegal Logging di SM Padang Sugihan Ditangkap

Ferdian Ananda Majni | Nusantara
Tiga Pelaku Illegal Logging di SM Padang Sugihan Ditangkap

ANTARA/Rahmad
Ilustrasi--Illegal logging

 

TIM Operasi Pengamanan Hutan Gakkum KLHK Wilayah Sumatra bersama Polda Sumatra Selatan (Sumsel), BKSDA Sumsel, dan Dishut Provinsi Sumsel, menangkap tiga orang saat mengangkut kayu tebangan ilegal di dalam Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumsel.

Kepala Seksi III Gakkum Wilayah Sumatra M Hariyanto mengatakan penangkapan itu merupakan tindak lanjut laporan aktivitas ilegal di lokasi restorasi gambut di SM Padang Sugihan yang menyebabkan kerusakan bangunan penimbunan kanal karena aktivitas ilegal pengangkutan kayu gelam.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Balai Gakkum KLHK Sumatra menurunkan tim untuk memeriksa dan memverifikasi ke lokasi.

Baca juga: Total Sekitar 22 Ha Kebun Ganja Ditemukan di Aceh

"Tim juga menyita satu perahu motor kayu dengan muatan kayu gelam tebangan ilegal," kata Hariyanto dalam keterangan tertulis, Rabu (22/7).

Tim verifikasi menemukan kerusakan penimbunan kanal di tiga jalur. Begitu juga aktivitas penebangan kayu di SM Padan Sugihan, hanya penebang ilegal berhasil melarikan diri.

Selanjutnya pada Senin (20/7), Balai Gakkum KLHK Sumatra menurunkan Tim Operasi Pengamanan Hutan yang berhasil mengamankan satu perahu kayu berisi kayu gelam dan 3 pelaku yaitu Na, 54, pemilik kapal dan kayu, serta Rd, 19, dan Rn, 28.

Ketiga pelaku yang ditangkap saat mengangkut kayu tebangan ilegal saat masih di dalam kawasan SM Padang Sugihan, adalah warga Desa Sebokor, Kecamatan Air Kumbang, Kabupaten Banyuasin, Sumsel.

"Tim menahan ketiga pelaku bersama barang bukti di Kantor Seksi Wilayah III Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatra untuk proses penyidikan," sebutnya.

Dari hasil interogasi, lanjut Hariyanto, pelaku mengaku menebang pohon gelam dengan gergaji mesin dan peralatan manual lainnya, membuat dan menggali parit aluran air untuk menghanyutkan hasil tebangan, kemudian memuat serta mengangkut hasil tebangan menggunakan kapal motor kayu.

Atas perbuatan mereka, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 83 Ayat 1 Jo. Pasal 12 Huruf d dan/atau Pasal 85 Ayat 1 Jo. Pasal 12 Huruf g Undang-Undang No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling banyak Rp10 miliar.

Sementara itu, Kepala Balai Gakkum KLHK Wilayah Sumatra Eduward Hutapea menyebut operasi pengamanan hutan ini penting dilaksanakan untuk mencegah dan memberantas perusakan hutan.

"Melindungi hutan dengan memastikan khususnya bangunan restorasi gambut tidak rusak dan dapat berfungsi untuk mencegah meluasnya karhutla," terangnya.

Di kesempatan lainnya, Direktur Pencegahan dan Pengamanan Hutan, Gakkum KLHK Sustyo Iriyono mengatakan pemberantasan perusakan hutan khususnya penebangan ilegal di kawasan SM Padang Sugihan penting agar keanekaragaman hayati pada ekosistem gambut dan keunikan jenis satwa yang terdapat dalam kawasan suaka margasatwa tetap terjaga kelangsungan hidupnya. (OL-1)

Baca Juga

MI/Palce Amalo

Penyidik Kejaksaan Tinggi NTT Periksa Bupati Manggara Barat

👤Palce Amalo 🕔Senin 18 Januari 2021, 11:40 WIB
Bupati Manggarai Barat Agustinus Dula diperiksa penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin...
Dok Arutmin Indonesia

Arutmin Bantu Evakuasi Korban Banjir di Kalimantan Selatan

👤Denny Susanto 🕔Senin 18 Januari 2021, 11:01 WIB
PT Arutmin Indonesia ikut membantu upaya evakuasi warga korban yang masih terjebak banjir di sejumlah...
MI/Haryanto

Puluhan Penyintas Covid-19 di Semarang Kembali Terinfeksi Korona

👤Akhmad Safuan 🕔Senin 18 Januari 2021, 10:55 WIB
Ada 50 orang penyintas covud-19 kembali tertular di Kota Semarang. Mereka adalah pasien yang dirawat di rumah dinas wali kota...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya