Selasa 21 Juli 2020, 22:49 WIB

Total Sekitar 22 Ha Kebun Ganja Ditemukan di Aceh

AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE | Nusantara
Total Sekitar 22 Ha Kebun Ganja Ditemukan di Aceh

MI/Hendra Saputra
Ilustrasi ladang ganja.

 

JAJARAN kepolisian daerah (Polda) Aceh dalam dua hari terakhir telah menyita sekitar 22 hektare (ha) kebun ganja. Lahan tanaman narkotika yang dalam bahasa latin disebut cannabis itu ditemukan di kawasan hutan pengunungan Pantan Dedep, Desa Agusen Kecamatan Blang Kejeren, Kabupaten Gayo Lues, dan hutan Perbukitan Desa Lamteuba Droe, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar.

Sesuai informasi diperoleh Media Indonesia pada Selasa (21/7), operasi penyitaan kedua lokasi kebun ganja itu dilakukan pada Senin (20/7).
Puluhan personel Polisi dan dibantu prajurut TNI harus menembus hutan dan naik turun bukit untuk menuju lokasi.

Di Desa Agusen Kecamatan Blang Kejeren Kabupaten Gayo Lues misalnya, diketahui adanya kebun tanaman haram itu setelah beberapa waktu lalu ada laporan masyarakat kepada Polres Gayo Lues.

Baca Juga: Kapolda Aceh Pimpin Langsung Pemusnahan Ladang Ganja

Berkat informasi tersebut lalu dilakukan operasi ke lokasi yang dicurigai. Setelah dilakukan penyisiran pada enam titik baru mendapati sekitar 12 ha kebun ganja siap panen.

Untuk pemusnahan, ribuan batang ganja siap panen itu langsung dibakar di setiap titik penemuan. Ratusan batang di antaranya dijadikan barang bukti pengusutan dan diangkut ke markas Polres Gayo Lues di Kota Blang Kejeren.

Kapolres Gayo Lues, AKBP Carlie Saputra Bustamam, mengatakan, tim operasi juga berhasil menemukan enam karung goni ganja kering saat melakukan operasi itu. Ganja yang sudah siap pakai telah dikemas rapi dan diduga hendak diangkat ke perkampungan oleh pemiliknya.

Sayangnya polisi tidak menemukan petani tanaman haram itu. Pelaku ditenggarai kabur atau sedang tidak berada di lokasi kebun saat patroli polisi.

Baca Juga: Polri Musnahkan 10 Hektar Ladang Ganja di Aceh

Adapun di Desa Lamteuba Droe, Kecamatan Seulimum Kabupaten Aceh Besar, tim operasi yang turun langsung Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada juga memusnahkan sekitar 10 ha kebun ganja. Ketinggaian batang ganja siap panen itu mulai ukuran sekitar 50 cm hingga 2 m.

Dari total 10 ha lahan ganja itu tanamannya tersebar di beberapa titik yang di antaranya berjarak sekitar 500 meter atau lebih. Tidak jelas apakah petani ganja itu orang yang sama atau berbeda-beda.

Menurut Kapolres Aceh Besar, AKBP Riki Kurniawan SIK, untuk menuju lokasi harus jalan kaki. Lokasi penanaman ganja itu termasuk kawasan lahan hutan industri.

Baca Juga: Ladang Ganja Masih Ditemukan di Sumsel

Tim gabungan personel Poda Aceh, Polres Aceh Besar dan prujurit TNI Kodim 0101 BS juga menemukan bibit ganja yang masih disemai pemiliknya.

Menurut catatan Media Indonesia, kawasan pengunungan Lamteuba Aceh Besar dan Agusen Kabupaten Gayo Lues termasuk paling sering ditanami ganja oleh petani sekitar. Apalagi lokasinya di kawasan pedalaman yang jauh dari pantauan aparat penegak hukum.

Lalu dua lokasi yang saling berjauhan dan berbeda kabupaten itu termasuk kawasan sangat subur di Aceh. Warga sekitar suka bertani tanaman memabukkan itu, selain kawasan setempat cukup subur dan harga ganja asal Aceh diyakini berkualitas bagus dan harganya sangat menjanjikan.

"Di sana dilempar bijinya saja bisa tumbuh subur, apalagi diperlakukan dengan sempurna. Ganja produksi hutan Aceh juga cukup mahal harganya," tutur Nazar, pemerhati masalah sosial di Banda Aceh. (MR/OL-10)

Baca Juga

MI/Apul Iskandar

Pemkot Pematangsiantar Bentuk Tim Desk Pilkada

👤Apul Iskandar 🕔Kamis 26 November 2020, 09:18 WIB
Pemkot Pematangsiantar membentuk Tim Desk untuk melakukan pemantauan, inventarisasi dan mengantisipasi permasalahan selama pilkada yang...
Istimewa

Warga Bantaran Sungai Waspadai Banjir

👤Hijrah Ibrahim 🕔Kamis 26 November 2020, 08:38 WIB
BPBD Kota Ternnate mengeluarkan peringatan bagi warga yang bermukim di bantaran sungai untuk mewaspadai musim hujan dan...
MI/Djoko Sardjono

Pengungsi Merapi masih Bertahan

👤Djoko Sardjono 🕔Kamis 26 November 2020, 08:28 WIB
Sebanyak 375 pengungsi erupsi Gunung Merapi masih bertahan barak Balai Desa Balerante dan Balai Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya