Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, menekankan tidak ada toleransi untuk konvoi dan arak-arakan selama tahapan pemilahan kepala daerah (pilkada) serentak 2020. Itu berarti konvoi dan arak-arakan dilarang dilakukan saat pendaftaran bakal calon kepala daerah, penelitian, penetapan calon, hingga pengundian.
Hal itu diungkapkan Tito dalam Rapat Koordinasi Kesiapan Pemilihan Pilkada Serentak Tahun 2020 dan Pengarahan Gugus Tugas Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah, di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, kemarin.
“Itu saya sudah sampaikan kepada KPU (untuk) jangan ditoleransi adanya arak-arakan, konvoi ramerame dengan pakaian adat, rame-rame ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), KPU Daerah,” tegasnya.
Dia juga meminta pasangan tim sukses maupun pendukung mereka untuk memanfaatkan teknologi, misalnya dengan melakukan nonton bareng (nobar) di posko masing-masing secara virtual.
“Tolong dibatasi, mungkin pasangan calonnya saja dengan pendamping dua orang, yang lainnya nobar saja di tempat posko masing-masing, nonton virtual di media,” ujarnya.Tujuannya, terang Tito, agar proses pilkada tidak menjadi sumber penularan covid-19. Tito menambahkan, pelaksanaan pilkada di 270 wilayah Indonesia yang dilakukan saat pandemi ialah untuk mencari pemimpin yang kuat
menangani covid-19.
“Pilkada di tengah pandemi ini merupakan yang pertama dalam sejarah dan belum pernah dilakukan pemerintah mana pun sebelumnya,” ujarnya. Di lain hal, Tito menyoroti pencairan dana pilkada
Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, yang belum maksimal. Dari laporan yang diterimanya, pencairan dana untuk pilkada berdasar kesepakatan Naskah Perjanjian Hibah Dana (NPHD) Kutim baru mencapai 60%.
Sementara itu, terkait dampak pandemi covid -19, Tito mengatakan virus yang melanda sebagian besar negara di dunia itu telah berimbas pada melemahnya pertumbuhan ekonomi nasional.
(Ind/SS/RD/DY/N-3)
Mereka meminta Polri ditempatkan di bawah Kemendagri agar penyidikan dan penuntutan lebih independen, serta menghindari intervensi politik.
Kementerian Dalam Negeri menekankan bahwa keberhasilan penerapan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) di daerah bergantung pada sinergi lintas pihak.
Kegiatan aksi bersih pantai di Kuta, Bali ini diikuti oleh sedikitnya 80 mahasiswa Melanesia yang menempuh studi di berbagai perguruan tinggi di Bali.
Kemendagri mendorong evaluasi rekrutmen politik dan sistem pilkada untuk menekan korupsi kepala daerah yang terus berulang meski pengawasan diperketat.
Akmal juga mengingatkan pentingnya membangun orientasi generasi muda agar tidak semata terfokus pada teknologi digital, tetapi tetap menyadari jati diri Indonesia sebagai negara agraris.
Daerah Otonom Baru (DOB) di Indonesia yang kerap mengutamakan kepentingan elit politik daripada kesejahteraan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved