Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUBAHAN Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (HIP) menjadi RUU Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dinilai tepat. Hal itu dianggap penting untuk memperkuat Pancasila sebagai ideologi negara.
Eksponen 98 yang juga guru besar ilmu politik dan keamanan Universitas Padjajaran Bandung, Muradi, menilai, Indonesia memerlukan panduan untuk menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa. "Butuh guidance atau upaya untuk menjaga bangsa ini dalam irama yang sama, salah satunya ya di ideologi negara," kata Muradi saat menjadi pembicara pada Temu Kangen dan Diskusi Aktivis 98 Jawa Barat, di Bandung, Sabtu (18/7) petang.
Baca juga: Riskan BPIP hanya Berpayung Perpres
Dia menilai, dengan adanya UU BPIP, keberadaan badan tersebut bisa lebih sentral dalam menjaga dan menyebarkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Ini harus bisa dijadikan satu pendekatan yang lebih integratif. Negara dengan bangsa, juga negara dengan masyarakatnya," kata dia.
Oleh karena itu, dia membantah pandangan sebagian pihak yang menilai keberadaan BPIP kurang diperlukan. "Kita butuh lembaga seperti BPIP. Kalau yang bilang enggak butuh, sederhana saja, apa dong yang jadi solusinya?"
Terlebih, jika RUU ini jadi sehingga memiliki payung hukum yang lebih kuat, menurutnya BPIP akan memiliki peran yang lebih besar dalam menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara. "Kalau perpres, nanti bisa kapanpun dibubarkan. Dengan menjadi undang-undang, legal standing-nya lebih tinggi dibanding perpres," katanya.
Dia juga menyebut sejumlah lembaga lain setingkat kementerian yang sudah memiliki payung hukum undang-undang seperti BNPT. "Toh BNPT juga undang-undang. Harusnya BPIP juga diatur dalam legal standing yang sama," katanya.
Disinggung soal penggantian RUU HIP menjadi RUU BPIP, menurutnya hal itu
tidak terlalu penting. Terpenting, menurutnya bagaimana masyarakat bersama unsur lainnya bersama-sama untuk tetap bersatu-padu dan menikmati hasil alam.
"Saya kira perdebatan antara kelompok pendukung BPIP dengan yang menolak sudah tidak relevan lagi. Ini pentingnya bagaimana ini ada. Lalu ada aturan yang mengatur itu, ada proses tahapannya," kata dia. (BY/A-1)
BPIP bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila
DEWAN Pimpinan Pusat Gerakan Nasionalis (DPP GAN) menggelar audiensi dengan Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Rima Agristina, beserta jajaran.
BPIP meraih predikat Informatif dengan nilai 93,35 pada Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).
DEWAN Pakar BPIP Bidang Strategi Kebijakan Luar Negeri, Darmansjah Djumala, mengatakan bencana banjir Sumatra membangkitkan naluri kemanusiaan bangsa Indonesia.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan Pancasila harus menjadi roh kehidupan bangsa dan panduan dalam bertindak, berpikir, serta bersikap.
BPIP bukan sekadar simbol pembinaan ideologi, tetapi menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Pancasila.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved