Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
KESADARAN masyarakat di Provinsi Bangka Belitung (Babel) untuk mencegah penyebaran virus korona (Covid-19) semakin menurun. Padahal dengan penerapan tatanan kehidupan baru atau new normal, disiplin mematuhi untuk menerapkan protokol kesehatan agar terhindar Covid-19 suatu keharusan.
Saat disinggung soal disiplin mematuhi tatanan baru tersebut, seperti menggunakan masker di luar rumah mereka beralasan lupa karena tergesa-gesa. Seperti dikatakan Yunita, warga Sungailiat Bangka mengaku dirinya tidak menggunakan masker ke pasar Kite Sungailiat Bangka karena lupa.
"Biasanya masker selalu ada di motor, ini saya lupa kemarin habis pakai saya tempatkan di dalam rumah, jadi kepasar dak pakai masker," kilah Yunita, Sabtu (18/7).
Ia mengaku tidak menggunakan masker kepasar ini, bukan bearti mengabaikan protokol kesehatan covid-19 atau menyepelekanya, tetapi memang lupa."Bukan mengabaikan atau menyepelekan, tapi saya benar-benar lupa," tuturnya.
Hal senada juga diakui Rahmad pedagang ikan di pasar Kite Sungailiat. Dia subuh agak telat dan tergesa-gesa ke pelelangan ikan jadi lupa gunakan masker.
"Biasanya kalau saya berdagang, masker selalu berada di leher, kendati tidak digunakan, karena di cuci dan saya tergesa-gesa jadi lupa menggunakanya,"kata Rahmad.
Terkait ini, Ketua Sekretariat Gugus Tugas Percepatan (GTPP) covid-19 Provinsi Babel Mikron Antariksa, mengaku pihaknya terus menyosialisasikan dan menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat untuk tetap menggunakan masker saat keluar rumah.
"Memang masih kita jumpai masyarakat yang keluar rumah tidak menggunakan masker, dan ini selalu kita ingatkan," kata Mikron.
Menurut Mikron pihaknya hanya bisa memberikan sangsi hukuman sosial kepada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan covid-19. "Sanksi hukuman hanya sosial seperti bersih selokan dan jalan, kalau sanksi denda tidak ada. Kami berharap ada efek jera, bagi masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan," tegasnya.(OL-13)
Baca Juga: Masker Kain Cukup untuk Cegah Virus
Selain air mancur di taman kebanggaan Polda Babel ini dilengkapi berbagai falitas seperti ruang bermain anak yang menjadi tempat favorit bagi orangtua yang membawa anak-anaknya.
Selain memutus akses jalan, kejadian ini juga menimbulkan korban. Dua pengendara sepeda motor yang sedang melintas saat jembatan roboh terjatuh dan mengalami luka.
Kapolda Babel Irjen Viktor T. Sihombing mengatakan patroli tersebut dilaksanakan oleh personel yang terlibat dalam Operasi Lilin Menumbing (OLM) 2025.
Kenaikan UMP 2026 sebesar 4,05 persen di Bangka Belitung dipandang sudah cukup baik untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja.
Kenaikan harga telur ayam berdampak pada penurunan daya beli masyarakat.
Sementara Kasat Intelkam Polres Bangka Iptu Djunaidi mengatakan, sejak di penerimaan P3K dibuka kamis lalu jumlah pemohon SKCK membludak.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved