Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan (Sulsel) melaporkan korban hilang akibat banjir bandang yang terjadi di enam kecamatan di Luwu Utara mengakibatkan 69 orang hilang. Hingga kini 24 orang di antaranya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tapi lima lainnya belum ditemukan.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara, Muslim Muchtar yang mendampingi Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, saat menerima kunjungan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, memantau kondisi pascabanjir di sana.
"Kami bersyukur relawan dari semua kabupaten/kota tetangga sudah datang membantu sejak banjir surut. Dan hari ini, kami masih fokus melakukan pencarian orang hilang. Juga kita fokus pada pembersihan jalur Trans Sulawesi, karena penting untuk mobilisasi logistik, sebagai kebutuhan dasar khususnya para pengungsi," kata Muslim, Kamis (16/7).
Baca juga: Masamba Luwu Utara Masih Berpotensi Hujan
"Untuk kondisi sekarang, yang dibutuhkan adalah suplai makanan siap saji dan makanan yang bisa langsung dikonsumsi dalam kurun waktu 2-3 hari ke depan. Karena jika melihat kondisi riil sekarang di lapangan, butuh waktu lama untuk recovery," ungkap Muslim.
Selain itu, kebutuhan mendesak lainnya, lanjutnya, ialah keperluan sanitasi portabel, lampu portabel, dan alat berat PC-100. "Saat ini banyak bantuan alat berat, tapi tidak bisa mendorong material longsor yang cukup tinggi. Kita juga butuh alat isap air karena kebutuhan air bersih sangat mendesak," katanya.
Sementara itu Indah menjelaskan membuka akses daerah yang terisolir terutama jalan nasional Trans Sulawesi menjadi hal utama. "Karena itu mejadi lalu lintas utama dan untuk kegiatan perekonomian, termasuk untuk akses ke lokasi pengungsian," papar Indah.
Karena kondisi jalan belum bisa diakses, maka semua bantuan menggunakan jalur alternatif yang cukup jauh, dengan menggunakan roda dua. (OL-14)
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Namun di beberapa titik terparah di Pekalongan, genangan masih mencapai 80 hingga 100 sentimeter, terutama di kawasan Tirto dan sekitarnya.
Berdasarkan data BPBD, di Kabupaten Pekalongan jumlah pengungsi mencapai 1.411 orang dan di Kota Pekalongan meningkat dari sebelumnya 1.472 orang menjadi 2.400 orang.
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Selain warga Jakarta Barat, terdapat delapan KK warga Kelurahan Cipete Utara yang terpaksa mengungsi di Mushalla Nurul Iman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved