Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
ISU kehadiran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) ramai dibicarakan di masyarakat, termasuk di media sosial (medsos). Diisukan ada warga Sikka terkontaminasi dengan faham HTI.
Menanggapi hal itu, Uskup Maumere Mgr Ewaldus Martinus Sedu meminta umat Katolik di wilayah Keuskupan Maumere yang tidak tahu persis masalah tersebut, sebaiknya jangan bicara dan memberikan komentar di medsos seperti facebook. Ia menyarankan umatnya untuk introspeksi diri dalam komunitasnya.
"Kita tidak tahu persis tentang isu itu jangan bicara. Dalam arti memberikan komentar di medsos. Bagusnya, kita melihat dalam diri kita sendiri, dalam komunitas kita, untuk melihat sejauh mana, kita berkontribusi terhadap kebaikan hidup bersama di Kabupaten Sikka ini," ungkap Uskup Maumere, di Kabupaten Sikka, NTT, Rabu (15/7) .
Uskup Maumere menegaskan, soal HTI di Sikka itu ranah pihak Kepolisian. Sebagai umat Katolik, harus membangun kondisi hidup bersama dengan saling menghargai dan menghormati satu sama lain.
"Kita umat Katolik jangan sampai terpancing dan terprovokasi untuk saling menyalahkan. Bahkan saling mencurigai satu sama lain, itu tidak benar," tandas Uskup Maumere.
Terkait dengan sejumlah ormas pemuda seperti, GP Ansor, Pemuda Katolik, Pemuda Pancasila, Pemuda Muhammadiyah dan KNPI bertemu di Keuskupan Maumere, ia menuturkan, sejumlah organisasi ini telah berkomitmen bersama untuk melawan hal-hal yang berkaitan dengan paham radikalisme dan bertentangan dengan Pancasila. Selain itu, kata dia, sejumlah ormas ini juga telah berkomitmen bersama untuk membangun Kabupaten Sikka.
"Saya sangat gembira sekali dengan kehadiran mereka. Yang datang itu bukan
hanya satu kelompok saja. Tetapi ada kelompok GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Katolik, Pemuda Pancasila dan KNPI," ujar Uskup Maumere ini.
Menurut dia, mereka yang datang hari ini adalah orang-orang muda yang berintelektual di Sikka ini. Yang mana, mereka bisa menganalisis persoalan yang ada dan kemudian mencari jalan keluar, sehingga mereka juga punya komitmen bersama untuk melawan paham-paham yang ingin memecah belah antar
satu sama lain.
"Saya memberikan apresiasi terhadap mereka. Saya diberikan kesempatan untuk mendengar pemikiran mereka. Apalagi mereka yang hadir itu bukan hanya satu agama saja, tetapi dengan berbagai agama. Termasuk dari GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah yang secara tegas menolak HTI, radikalisme, khilafah dan memecah belah antar umat beragama di Sikka," pungkas Uskup Maumere.(OL-13)
MENGHADAPI dinamika era digital di tahun 2026, kecemasan orang tua terhadap dampak negatif internet sering kali berujung pada kebijakan larangan total media sosial bagi remaja.
Setelah hampir tiga dekade media sosial memasuki sendi-sendi kehidupan masyarakat, pemerintah akhirnya mengakui bahaya media sosial bagi anak-anak.
Akun medsos anak di bawah 16 tahun terancam dihapus permanen! Simak aturan lengkap PP Tunas dan cara kerja verifikasi wajah yang bikin anak tak bisa bohong umur lagi.
Fenomena oversharing, kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan di media sosial, menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pengguna.
Lagu atau musik yang muncul dalam video streaming maupun live streaming di platform digital merupakan objek pengumpulan royalti.
Menurut tangkapan layar yang dibagikan oleh Paluzzi, Meta akan memperingatkan pengguna bahwa jika mereka keluar dari daftar Teman Dekat.
Polisi telah berkoordinasi dengan manajemen Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk mengusut dugaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar acara di Teater Tanah Airku.
Viral di media sosial X, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), organisasi yang sudah dibubarkan pemerintah, diduga menggelar acara di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Meskipun HTI sudah dibubarkan secara resmi oleh pemerintah, tapi sejatinya sel-selnya masih tertancap kuat. Bayangkan, acara HTI beberapa waktu lalu dihadiri ribuan orang.
Tim BBKSDA Resort Siak berkoordinasi dengan keamanan PT Arara Abadi setelah harimau sumatra terlihat di konsesi HTI.
"Dalam penelusuran sementara, profil pelaku Siti Elina, memang memiliki pemahaman yang radikal serta pendukung salah satu ormas radikal HTI."
"Kita sedang melakukan pendalaman, jadi begitu ada informasi seperti itu, langsung kita amankan benderanya. Saat ini sudah diamankan di Polres,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved