Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
TES usap atau swab yang dilakukan oleh Pemkab Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) terus dilangsungkan. Dari target tes usap hingga akhir Juli sebanyak 4.000 sampel, kini telah mencapai 1.400 sampel. Tes masif dilaksanakan karena berdasarkan pemetaan yang dilakukan, ada 187 ribu warga yang rentan.
Bupati Banyumas, Achmad Husein, mengatakan bahwa berdasarkan pemetaan yang dilakukan pemkab, ada 187 ribu warga yang rentan. Mereka adalah ibu hamil, bayi, dan orang yang telah tua.
Baca juga: Pemkab Purwakarta Larang Jual Kurban di Jalan Protokol
"Pemkab melaksanakan tes swab untuk melindungi mereka yang rentan. Sebab, kebanyakan mereka yang positif berdasarkan tes swab umumnya adalah orang tanpa gejala," jelas Bupati, Rabu (15/7).
Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Banyumas Sadiyanto, mengatakan dari 1.400 warga yang telah diambil sampel untuk tes usap, 911 di antaranya sudah ada konfirmasi. Dari 911 orang yang dites usap, 19 di antaranya positif Covid-19.
"Sampai sekarang masih menunggu hasil 489 orang. Sementara ini, positive rate di Banyumas sebesar 2,08%," ujarnya.
Secara terpisah, Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Banyumas, Sarikin, mengatakan bahwa ada rencana dari pemkab untuk melanjutkan tes swab untuk pedagang di Pasar Wage.
Saat ini melanjutkan penyemprotan di lantai dua. Jadi, pada saat dibuka pada Jumat (17/7) besok, pedagang tidak khawatir lagi.
"Satu hal lagi, mereka harus tetap mentaati protokol kesehatan yang ada. Salah satunya adalah mengenakan masker dan cuci tangan serta jaga jarak sosial," kata dia. (OL-6)
ARUS mudik Lebaran 2026 atau 1447 Hijriah di wilayah Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah terpantau ramai namun tetap lancar, sebanyak 85.258 kendaraan melintas dari arah Jakarta
Salah satu produk yang paling diminati adalah daging sapi yang dijual dengan harga Rp100 ribu per kg jauh lebih murah dibanding harga pasar.
CUACA ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang melanda Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (4/3) petang.
JAJARAN Polresta Banyumas, Jawa Tengah menggagalkan dugaan peredaran bahan peledak yang diduga untuk petasan seberat sekitar 9 kilogram (kg) dalam Operasi Pekat Candi (TO OPC) 2026.
Tingginya harga cabai terjadi karena faktor cuaca karena sejumlah daerah sentra seperti Pemalang, Kabupaten Semarang, Temanggung, Demak, Pati belum ada panen besar.
Harga beras medium di Pasar Sidodadi Cilacap berada pada kisaran Rp13.000–Rp13.500 per kg dan beras premium Rp14.000–Rp14.500 per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved