Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Belum lagi wabah korona dapat ditangani dengan baik, ancaman penyakit
terhadap warga Sumatra Utara bertambah. Musim pancaroba membawa DBD
mengintai.
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumut Whiko Irwan
mengatakan, ada bahaya penyakit lain yang juga mengincar masyarakat Sumut di tengah pandemi covid-19, yaitu demam berdarah dengue (DBD).
Baca juga: Terus Bertambah, Pasien Covid-19 yang Sembuh Capai 34.719 Orang
"Sumut saat ini memasuki masa pancaroba, biasanya siklus kasus DBD meningkat. Untuk itu kami meminta masyarakat untuk mewaspadai penyakit musiman ini," ujarnya, Sabtu (11/7).
Dia memaparkan, saat ini merupakan periode pancaroba yang secara klasik terjadi peningkatan kasus demam berdarah. Masyarakat diminta untuk menerapkan hidup bersih, termasuk membersihkan lingkungan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
DBD memiliki gejala-gejala khusus seperti demam tinggi hingga 40 derajat celcius, tubuh menggigil, berkeringat, sakit kepala, nyeri tulang dan otot serta mual dan muncul bintik-bintik merah di kulit.
Pada kasus tertentu bisa juga terjadi pendarahan pada hidung dan gusi.
Dalam kasus yang serius bisa berkembang menjadi dengue shock syndrome (DSS) yang bisa menyebabkan hipotermia dan melambatnya denyut jantung.
Kondisi yang paling dikhawatirkan adalah covid-19 dan DBD menjangkiti seseorang secara bersamaan. Akibatnya bisa sangat fatal. "Tingkat kesakitan akan meningkat dan penyembuhan pasien akan jauh lebih sulit dilakukan," imbuhnya.
Whiko mengimbau masyarakat agar memberantas sarang nyamuk di lingkungan masing-masing, menguras dan membersihkan tempat penampungan air serta membersihkan tempat sampah dan barang-barang yang bisa menampung air.
Kasus covid-19 di Sumut hingga kini masih terus mengalami peningkatan signifikan. Hingga Jumat (10/7), jumlah pasien positif sudah sebanyak 2.197 orang. Adapun jumlah pasien meninggal mencapai 116 orang, sementara pasien yang sembuh baru 526 orang.(H-3)
Anak-anak hingga dewasa rentan menderita sakit lantaran pada musim pancaroba terjadi perubahan cuaca yang terlalu ekstrem.
WILAYAH Indonesia saat ini memasuki pancaroba atau pola peralihan dari musim hujan ke fase awal musim kemarau. Sehingga jangan heran jika hujan masih mengguyur sejumlah daerah.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi peralihan musim hujan ke musim kemarau.
Untuk menghindari risiko penyakit pernapasan karena polusi, sebelum keluar rumah masyarakat bisa mengecek kualitas udara dari sosial media atau aplikasi terkait.
BMKG menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sedang memasuki masa pancaroba, yaitu transisi dari musim hujan menuju musim kemarau
Melindungi Si Kecil dari paparan penyakit dapat dilakukan dengan menggunakan masker di sekolah, tempat umum, dan tempat ramai lainnya (untuk anak berusia lebih dari 2 tahun).
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved