Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fatmawati Bengkulu, menemukan sebanyak sembilan titik panas diwilayah Provinsi Bengkulu. Temuan tersebut berdasarkan pantauan citra satelit milik BMKG.
"Temuan titik panas ini kebanyakan di akibatkan oleh aktivitas masyarakat seperti membuka lahan baru dengan cara di bakar sehingga terpantau oleh satelit BMKG," ujar Kepala BMKG Fatmawati Bengkulu, Klaus Johannes Apoh Damanik, di Bengkulu, Rabu (8/7)
Saat ini, lanjut dia, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu Tengah, Seluma dan Bengkulu Selatan.
Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bengkulu Komisaris Besar Sudarno mengatakan, hingga saat ini Polda gencar melakukan sosialisasi serta pemantauan di tengah masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara di bakar.
"Polda sudah melakukan kegiatan upaya pencegahan pembakaran dan kebakaran hutan hingga ketingkat Polsek," imbuhnya.
Sebelumnya, kata dia, Polsek Seluma, Kabupaten Seluma, Bengkulu, mendapatkan laporan informasi satu titik panas yang terpantau oleh satelit dengan koordinat 4.0246 LS -102.5075 BT berasal dari lahan 1/4 hektar yang terbakar.
Selanjutnya, Polsek Pondok Suguh, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, juga mendapati dua lokasi laporan yakni, di eks lokasi DDP di Desa Air Berau,dengan luas lahan terbakar sekitar satu hektare dan di Desa Tunggang, dengan perkiraan luas lahan yang terbakar satu hektare.
Setiap pelaku usaha perkebunan yang membuka atau mengolah lahan dengan cara membakar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 56 ayat 1 dipidana dengan pidana penjara lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. (OL-13)
Baca Juga: KLHK Terus Sosialisasikan Pengelolaan Limbah Infeksius Covid-19
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Memasuki musim kemarau, Kabupaten Kotawaringin Timur kini berada dalam status waspada tinggi terhadap potensi Karhutla
Banyaknya titik panas yang selalu terpantu satelit ini disebabkan kondisi cuaca yang begitu panas dan angin kencang.
Kementerian Lingkungan Hidup mengeklaim hotspot di Provinsi Riau, berdasarkan data dari sistem Sipongi (semua satelit), periode 26 Juli 2025 tidak ada dalam kategori tinggi.
BMKG memperingatkan tingginya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau dan sekitarnya, menyusul puncak musim kemarau awal Agustus.
Penurunan luas karhutla dimulai sejak 2015 seluas 2,6 juta hektare, menjadi 1,6 juta hektar (2019), 1,1 juta hektare (2023), dan 24.154 hektare pada 2024.
Menggunakan smartphone sebagai hotspot untuk berbagi koneksi internet memang sangat praktis, terutama saat Anda tidak memiliki akses Wi-Fi atau ketika sedang dalam perjalanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved