Senin 06 Juli 2020, 12:25 WIB

Polda Babel Musnahkan 3,8 Ton Daging Beku Ilegal

Rendy Ferdiansyah | Nusantara
Polda Babel Musnahkan 3,8 Ton Daging Beku Ilegal

MI/Rendy Ferdiansyah
Polda Babel memusnahkan 3,8 ton daging beku ilegal dari Australia dengan cara dibakar, Senin (6/7/2020)

 

DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus Polda Kepulauan Bangka Belitung (Ditreskrimsus Polda Babel) memusnahkan 193 koli atau sekitar 3,8 ton daging beku ilegal di Balai Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Senin (6/7). Plh Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Babel Komisaris Andi Purwanto mengatakan 3,8 ton daging beku ilegal asal Australia ini hasil ungkap  kasus bulan lalu.

"Barang bukti daging beku 3,8 ton ini, kita Musnahkan semua, ini sebagai efek jera kepada pelaku yang mencoba melakukan perbuatan melawan hukum,"kata Andi, usai pemusnahan, Senin (6/7).

Selain barang bukti yang dimusnahkan, pihaknya jga menetapkan D pemasukan daging beku ilegal asal Australia sebagai tersangka.

"Tersangka melanggar undang-undang karantina, undang-undang perdagangan kemudian undang-undang pangan ancaman hukumannya paling berat 4 tahun penjara," ujarnya.

Saat pemusnahan barang bukti dengan cara dibakar, diakuinya tidak bisa dihadirkan tersangka. Berdasarkan keterangan kuasa hukumnya, tersangka sedang sakit. Sementara, Kepala Balai Karantina Pangkalpinang Syaifudin Zuhri mengucapkan terima kasih kepada Polda Babel yang telah mengamankan daging masuk secara ilegal.

"Ini salah satu upaya untuk mencegah hama penyakit hewan yang bersifat zoonosis juga yang bisa tertular kepada manusia. Dari hasil pemeriksaan laboratorium memang sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi sesuai dengan Undang-Undang karantina. Ada sanksi pidana disini dengan sengaja tidak dilengkapi dengan sertifikat kesehatan dan tidak dilaporkan jadi sanksinya penjara dan dendanya Rp2 miliar. Kami berharap kasus ini  dapat memberikan efek jera kepada pelaku," kata Syaifudin.

baca juga: HUT Kabupaten Cianjur Jadi Momentum Pemekaran Daerah

Dari uji sampel, daging sapi ilehal ini memiliki cemaran mikroba di atas ambang batas normal. Selain itu masuknya daging ilegal itu tanpa dilengkapi dokumen.

"Dokumen memang dari awal tidak ada, dari negara asal tidak ada dan tidak dilaporkan ke balai karantina," ucap dia.(OL-3)

Baca Juga

AFP

BPBD Sampang Antisipasi Dampak La Nina

👤Ant 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 23:15 WIB
La Nina merupakan fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih...
Ist

Serbuan Vaksinasi Covid-19 untuk Pelaku Parekraf dan Umum di Raja Ampat

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 22:58 WIB
Vaksinasi Covid-19 diselenggarakan di Dermaga Pelabuhan Waisai, Raja Ampat, Papua Barat, menargetkan 1.000 peserta yang terdiri dari...
ANTARA/Wahdi Septiawan

Tarif Tes PCR di RSUD Palangka Raya Rp270 Ribu

👤Surya Sriyanti 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 22:55 WIB
Gubernur Sugianto Sabran sudah meminta tarif tes PCR ditetapkan kurang dari Rp300...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kebut Penyelesaian Sanksi WADA

Satgas Percepatan Penyelesaian Sanksi WADA akan bekerja lebih cepat mengingat jadwal kompetisi internasional yang padat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya