Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya akan memfasilitasi persoalan ganti rugi tanah milik warga untuk normalisasi Sungai Citanduy dan Cikidang, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik. Kedua sungai itu selalu menjadi penyebab banjir yang terjadi setiap hujan turun.
Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto mengatakan, banjir di Desa Tanjungsari sudah menjadi langganan dan selalu terjadi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Namun, banjir itu tidak mengancam jiwa, warga sudah terbiasa dengan banjir tapi harus tetap ditangani secara cepat agar tidak kembali lagi terjadi.
"Penanganan banjir langgaran yang terjadi di Desa Tanjungsari harus dilakukannya dengan membuat sodetan di aliran sungai, tapi semua itu merupakan kewenangannya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy tapi semua tidak bisa melakukannya lantaran warga yang merasa memiliki tanah meminta ganti rugi," katanya, Sabtu (20/6/2020).
Baca Juga: Longsor Putus Akses Jalan di Tasikmalaya
Ade mengatakan, pemerintah akan mencoba dengan memfasilitasi agar jangan sampai warga tetap mengalami kerugian tapi mereka juga jangan mencari keuntungan meski ganti rugi akan diupayakan supaya semuanya lancar dan tidak ada kendala. Banjir tersebut selama ini merupakan dampak dari luapan Sungai Citanduy dan Sungai Cikidang dan kejadian itu sudah keenam kali sejak awal 2020.
"Bencana di Tasikmalaya memang selama ini tidak hanya banjir, tapi sejak kemarin tercatat banyaknya musibah mulai longsor yang telah menelan korban jiwa, jembatan roboh hingga lahan pertanian mengalami kerusaka. Namun, untuk jembatan putus berada di Kecamatan Cikatomas sampai sekarang telah diupayakan agar masyarakat setempat kembali normal," ujarnya.
Baca Juga: Selain Banjir, Kawasan Tasikmalaya Dilanda Longsor
Sementara itu, Pelaksana Teknis Operasi dan Pemeliharaan lll (OP3), BBWS Citanduy, Ijang Nurul Fuad mengatakan, pihaknya sudah sejak tahun lalu melakukan normalisasi sungai yang menyebabkan banjir menahun di Desa Tanjungsari, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya. Anggaran untuk melakukan normalisasi sudah disiapkan tapi masyarakat menolak normalisasi tersebut."Mereka mau ada ganti rugi tanahnya, namun BBWS Citanduy selama ini tak bisa melakukan normalisasi. Karena, adanya permintaan ganti rugi jelas selama ini tidak memiliki anggaran tetapi kami akan berupaya melakukan langkah dan duduk bersama dengan Pemkab supaya mereka tak melakukan penolakan jika semua itu dilakukan banjir tidak akan merendam lagi warga setempat," paparnya. (AD/OL-10)
Bencana yang terjadi dengan demikian bukan sarana memecah belah umat, apalagi provokasi gerakan-gerakan antikeindonesiaan.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
Grup UT akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah terdampak serta memperkuat sinergi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Tidak hanya menutupi badan jalan, material longsor tersebut juga menimpa Jembatan Gantung Tonjong, sehingga akses bagi pengendara motor, mobil, maupun pejalan kaki lumpuh total.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Tasikmalaya menyebabkan tebing setinggi sekitar 30 meter longsor.
Daging sapi kini dijual seharga Rp140.000 per kilogram, daging ayam Rp43.000 per kilogram, dan telur ayam Rp30.000 per kilogram.
Target pembangunan dapur SPPG di Jawa Barat 4.600 dan sekarang telah terlampaui kurang lebih sudah hampir 4.700.
Bencana itu juga menyebabkan 48 rumah mengalami rusak ringan, sedang dan berat.
Kenaikan tersebut terjadi pada, cabai merah, bawang merah, daging ayam, telur, daging sapi, beras, minyak goreng, bawang putih dan sayuran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved