Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGGA saat ini masih ada kepala daerah di Jawa Tengah yang enggan melakukan rapid test dan swab test massal karena khawatir ditemukan banyak kasus positif covid-19. Seperti diungkapkan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat menghubungi dua kepala daerah menyebutkan ada kegalauan di kalangan kepala daerah untuk melaksanakan rapid test. Khawatir jumlah warga positif akan bertambah.
"Saya hubungi dua kepala daerah, mereka mengaku galau untuk lakukan rapid test dan swab massal karena khawatir angka covid-19 membengkak," kata Hendrar Prihadi tanpa mau menyebutkan dua kepala daerah yang dimaksud, Kamis (18/6).
Menurut Hendrar, kedua daerah itu sebetulnya sudah tidak masuk status merah. Namun Pemprov Jawa Tengah masih melabelkan status merah.
"Ya berterimakasih kepada Pak Gubernur atas peringatan tersebut," jelasnya.
Lima daerah di Jawa Tengah yang masih masuk dalam zona merah adalah Kota Semarang, Demak, Magelang, Kendal dan Temanggung. Status zona merah ini ternyata membuat galau kepala daerah.
Adapun Kota Semarang yang masih banyak kasus covid-19 yang terdeteksi, menurut Hendrar tidaklah terlalu mengkhawatirkan. Alasannya karena diimbangi dengan penanganan yang cepat sehingga korona segera dapat diatasi dalam waktu singkat.
"Kita tetap akan terus lakukan test rapid dan swab secara massal untuk mempercepat penanganan," imbuhnya.
Ia mengatakan saat ini tempat karantina di Aula Rumah Dinas Wali Kota Semarang yang tersedia 95 kamar sudah penuh. Sebagian warga yang terpapar covid-19 digeser ke Gedung Diklat untuk menjalani karantina dan perawatan lanjutan sebelum dinyatakan sembuh.
Sementara itu Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Demak Singgih Setyono mengaku khawatir dengan perkembangan korona di daerahnya. Masih banyak
warga bandel dan tidak mematuhi protokol kesehatan dengan berkerumun dalam jumlah besar serta tidak bermasker di tempat umum.
"Masih menjadi zona merah dan masih ditemukan banyak warga berkerumun tidak memakai masker. Edukasi kesehatan terus kita lakukan termasuk menutup pasar untuk menekan penyebaran," kata Singgih.
Dia menambahkan rapid test massal dilakukan di Pasar Sayung ditemukan 7 warga reaktif covid-19 dan satu di antara positif covid-19. Sejak kasus itu, Pasar Sayung hanya dibuka satu pintu dan pengunjung serta pembeli wajib memakai masker. (OL-3)
Sebagian warga Bumiayu memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman karena rumah mereka terdampak banjir. Tak hanya itu, ratusan hektare tanaman padi juga rusak.
Sekda Provinsi Jateng turun langsung mengawal proses pencarian pendaki asal Colomadu, Karanganyar, Yazid Ahmad Firdaus (26), yang dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang lereng gung Lawu.
Selain hujan ekstrem, wilayah terdampak berada pada Sub DAS Penakir, bagian hulu Sub DAS Gintung, dengan kondisi lereng agak curam hingga sangat curam
Gelombang tinggi berlangsung di perairan Jawa Tengah hingga 4 meter hingga berdampak mengganggu aktivitas pelayaran.
Penyemaian dilakukan pada area target di perairan utara Jawa Tengah dengan jarak 52–82 nautical mile dari Bandara Ahmad Yani Semarang.
Cuaca ekstrem berpotensi merata di seluruh daerah di Jawa Tengah sehingga warga diminta untuk waspada terhadap dampak yang ditimbulkan.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved