Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
SESAR pembangkit gempa Labangka Sumbawa bermagnitudo 5,1 pada Sabtu (13/6) pukul 16.15 WIB ternyata belum terpetakan. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono.
"Gempa tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif dengan mekanisme naik (thrust fault) namun sesar pembangkit gempa belum terpetakan," kata Daryono, Sabtu (13/6).
Sebelumnya gempa bumi tercatat berkekuatan magnitudo 5,4 kemudian dimutakhirkan menjadi 5,1 dengan episenter terletak pada koordinat 9,04 LS dan 117,90 BT tepatnya di laut pada jarak 70 km arah Tenggara Kota Sumbawa Besar pada kedalaman 11 km. Guncangan gempa dirasakan paling kuat di Sumbawa hingga mencapai skala intensitas IV MMI menyebabkan banyak warga lari berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. Guncangan gempa juga dirasakan di Bima, Mataram, Karangasem dan Labuan Bajo.
baca juga: Aceh dan Sulawesi Selatan Tergenang Banjir Bandang
Dia menjelaskan, aktivitas gempa tersebut tidak memiliki kaitan dengan gempa Lombok karena disamping jaraknya yang cukup jauh, juga sumber gempanya yang berbeda. Hingga pukul 19.00 WIB sudah terjadi 25 kali gempa susulan dengan kekuatan gempa yang semakin mengecil. Lebih lanjut dia mengatakan, episenter ini terletak sangat berdekatan dengan episenter gempa Sumbawa berkekuatan magnitudo 5,3 pada Sabtu 13 Juli 2019 yang menyebabkan beberapa rumah warga dan pura di Sumbawa mengalami kerusakan. (OL-3)
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) gempa Sumba tersebut terjadi pada pukul 18.41 WIB.
DUA bangunan rumah warga di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan rusak terdampak gempa 4,2 magnitudo, Minggu (15/3). Kedua bangunan itu berada di dua lokasi berbeda.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik di Laut Selatan Sukabumi, Jawa Barat hari ini 13 Maret 2026 dini hari pukul 02.18 WIB. berdasarkan BMKG gempa terkini itu tak berpotensi tsunami
Gempa bumi 5,4 magnitudo yang terjadi berpusat di Kota Sukabumi kedalaman 43 kilometer tidak berpotensi tsunami.
BMKG mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (10/3) dini hari.
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Cek jadwal Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di NTB. BMKG ungkap alasan fenomena 'Blood Moon' malam ini sangat fotogenik meski ada kendala cuaca berawan.
BMKG NTB laporkan posisi hilal Selasa (17/2) masih di bawah ufuk -1,26 derajat. Cek prediksi ketinggian hilal esok hari untuk penentuan awal Ramadhan.
Penerbangan Super Air Jet IU 721 rute Lombok–Surabaya tertunda hampir 5 jam. Penumpang di Bandara Lombok protes dan tuntut kompensasi.
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Amran menegaskan, kunci swasembada bawang putih terletak pada keberanian menetapkan target luas tanam yang memadai dan konsistensi kerja di lapangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved