Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KABUPATEN Pidie, Aceh, telah melakukan sejumlah langkah dalam menghadapi perubahan iklim, baik dari sisi regulasi, kepemimpinan daerah, penggunaan dana desa untuk lingkungan hidup, dan keterlibatan masyarakatnya atas pentingnya manfaat hutan dan alam.
Sejumlah kalangan pun menilai kabupaten Pidiei patut dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam menghadapi perubahan iklim.
Terkait antisipasi menghadapi perubahan iklim, Bupati Pidie, Roni Ahmad, mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi kepada masyarakat betapa pentingnya sumber alam baik hutan maupun air untuk kehidupan masa depan.
“Jadi, kearifan lokal dan bersahabat dengan alam akan berdampak positif bagi keberlangsungan alam dan ini modal penting menghadapi perubahan iklim,” kata Bupati Roni Ahmad dalam wawancara via daring, Selasa (2/6).
Menghadapi perubahan iklim, terutama menjelang musim kemarau dan kebakaran hutan katanya, Pemerintah Daereh (Pemda) Pidie telah membangun akses jalan baik di wilayah hutan maupun pegunungan.
“Ini penting untuk menanggulangan titik api yang muncul sehingga dengan mudah memadamkan dan itu dapat mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih luas,” kata Roni Ahmad yang akrab disapa Abusyik ini.
Kebijakan Kabupaten Pidie juga telah lama menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan lingkungan hidup terutama antisipasi perubahan ilim dengan menggunakan dana desa atau gampong. Untuk mendukung langkah antisipasi perubahan iklim, Bupati Pidie menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) No.12/ Tahun 2018.
Dengan terbitnya regulasi yang mengatur tentang prioritas penggunaan dana desa (gampong) untuk mengatasi perubahan iklim, Pidie menjadi kabupaten yang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mengatur distribusi dana gampong bagi kegiatan perlindungan lingkungan dan hutan.
Roni menegaskan bahwa hutan merupakan sumber kehidupan masyarakat. "Hutan telah memberikan kami kehidupan, memberi kami oksigen, air, dan makanan," ujarnya.
Ia menjelaskan, dana desa perlu dialokasikan untuk perlindungan lingkungan dan hutan karena 67% dari total jumlah desa di Kabupaten Pidie atau 487 desa berada di sekitar kawasan hutan. "Untuk melindungi lingkungan dan hutan di Kabupaten Pidie, penggunaan dana desa perlu diprioritaskan pada hal tersebut," paparnya.
Perlu diketahui bahwa Peraturan Bupati (Perbup) No.12/ Tahun 2018 dari proses penyusunan hingga pengesahan merupakan salah satu output penting dari proyek Support to Indonesia’s Climate Change Response-Technical Assistance Component (SICCR-TAC) yang didukung oleh Uni Eropa. (RO/OL-09)
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Â menggelar kegiatan Tarhib Ramadan melalui tradisi Meugang bersama masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh pada Senin (16/2).
Harga daging sapi dan kerbau di sejumlah wilayah di Aceh, seperti Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh Selatan, tembus Rp200 ribu per kilogram.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti dugaan kelompok politik yang memanfaatkan bencana untuk membangun ketidakpercayaan terhadap pemerintah.
Menjelang 12 hari memasuki Bulan Suci ramadan 1457 H, kondisi warga penyintas banjir besar di Aceh Tengah masih sangat memprihatinkan.
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
Mahasiswa diingatkan agar sebaik mungkin menghindari hal-hal yang merugikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved