Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten Lombok Barat merasa lega karena masyarakat patuh tidak mendatangi sejumlah lokasi wisata pada even Lebaran Topat yang berlangsung pada Minggu (31/5)
Bupati Lombok Barat, H Fauzan Khalid saat meninjau Taman Narmada mengaku bersyukur masyarakat ternyata patuh pada imbauan pemerintah agar Lebaran Topat tahun ini warga tidak mendatangi lokasi-lokasi wisata seperti yang selama ini dilakukan.
"Alhamdulillah himbauan dari pemerintah daerah Lombok Barat, ditaati oleh masyarakat," kata Fauzan.
Sejumlah titik wisata yang biasanya ramai dikunjungi nampak sepi di antaranya Pantai Cemare-Lembar, Pantai Endok-Gerung, Makam Gunung Sasak-Kuripan, dan Taman Narmada serta Sesaot, keduanya di Kecamatan Narmada termasuk kawasan wisata Senggigi.
Yang tampak adalah para petugas yang berjaga-jaga dari unsur TNI-Polri, Pol PP, unsur kecamatan, kelompok sadar wisata (pokdarwis).
Jauh-jauh hari Dinas Pariwisata, Pemkab Lombok Barat telah menutup sejumlah lokasi wisata sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona (covid-19)
Dikatakan Fauzan, untuk melakukan pemantauan, Pemkab Lombok Barat membentuk lima tim, satu tim melakukan monetoring ke dua kecamatan hingga seluruh tim menjangkau 10 kecamatan yang ada di Lombok Barat.
"Laporan dari teman-teman di lapangan parameternya arus lalu lintas sekitar seperlima dari tingkat kepadatan kendaraan yang biasanya setiap kali perayaan Lebaran Topat, begitu juga di tempat-tempat wisata," ujar Bupati
Seperti arah Taman Narmada misalnya, biasanya membludak dan macet dua hingga tiga kilometer, sekarang tidak terjadi
"Dan yng sangat membanggakan kita Pokdarwis, Linmas dari masing-masing desa, pemuda-pemudanya ikut aktif mengawal membantu supaya himbauan dari pemerintah benar-benar ditaati dan alhamdulillah sangat efektif," paparnya.
Bupati juga optimistis covid-19 ini akan cepat berlalu hingga tempat-tempat wisata di Lombok Barat bisa dibuka kembali.
Baca juga :Sumut Dinilai Belum Layak Terapkan New Normal
Dikatakannya, masih sedang didiskusikan kemungkinan segera dibuka kembali lokasi wisata seperti Taman Narmada dengan menerapkan standar protokol kesehatan.
"Saya belum jawab dan akan kita pertimbangkan," ujar Fauzan.
Kalau itu terjadi, lanjutnya, akan bisa menjadi salah satu contoh bagaimana protokol covid-19 itu benar-benar dilaksanakan
"Ini juga akan sesuai dengan yang didengung-dengungkan saat ini, New Normal atau situasi Normal Baru," ujarnya yaitu aktivitas seperti biasa namun dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan covid-19
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Lombok Barat, H. Saepul Akhkam mengatakan, imbauan untuk menutup tempat-tempat wisata dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Diakui Akhkam, pihaknya bersama unsur TNI-Polri, Pol PP, dan stakeholder terkait telah melakukan pemantauan kesiapan penutupan lokasi-lokasi wisata.
"Kita tidak mau kecolongan, momen Lebaran Topat adalah momen yang sangat ramai, dan sangat potensial terjadinya penyebaran Covid-19, kita hindari itu," ujar Akhkam yang juga Plt. Kabag Humas dan Protokol Lombok Barat ini (OL-2)
Istilah sustainable tourism kini mulai berevolusi menjadi regenerative hospitality, sebuah konsep di mana pelaku industri tidak hanya berusaha meminimalisasi dampak negatif,
Tren terbaru menunjukkan bahwa bagi Generasi Z, pengalaman kini menjadi faktor utama yang mendorong keputusan perjalanan, melampaui pertimbangan harga semata.
Pembangunan Bandara Internasional Chinchero di Peru menuai kontroversi. Mampukah infrastruktur ini menampung lonjakan wisatawan tanpa merusak kesucian Lembah Suci?
Pulau Sumba semakin mengukuhkan posisinya sebagai destinasi unggulan pariwisata Indonesia.
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, mengungkapkan bahwa negara tersebut berhasil menyambut 64 juta pengunjung sepanjang 2025.
Pemerintah Daerah Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, bertransformasi menjadi kawasan pedestrian penuh mulai 2026.
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Amran menegaskan, kunci swasembada bawang putih terletak pada keberanian menetapkan target luas tanam yang memadai dan konsistensi kerja di lapangan.
Periode 1-10 Februari 2026 atau dasarian I Februari terdapat peluang hujan dengan intensitas lebih dari 50 milimeter per dasarian sebesar 70 hingga lebih dari 90 persen.
Sirkulasi angin dari sistem tekanan rendah tersebut, menurutnya, masih cukup kuat untuk memicu hembusan angin kencang di wilayah NTB, meski tidak sebesar dampak Bibit Siklon Tropis 97S
Berikut prakiraan cuaca Senin 12 Januari 2026 untuk kota-kota besar di Indonesia dikutip dari BMKG
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved