Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BEBAN warga sedikit berkurang di tengah wabah. Jika biasanya menjelang Idul Fitri terjadi lonjakan harga kebutuhan pokok, tahun ini hampir semua komoditas justru mengalami penurunan harga.
Di Kota Cimahi, Jawa Barat, misalnya, penurunan harga terjadi hampir di semua jenis komoditas sayuran. "Harga cabai turun hingga 70%. Jika tahuntahun sebelumnya bisa mencapai Rp100 ribu lebih menjelang Idul Fitri, tahun ini harga cabai terus turun dan mencapai Rp27 ribu per kilogram untuk kualitas 1," kata Kepala Paguyuban Pedagang Pasar Cimindi, Asep Rohendi, kemarin.
Penurunan harga, lanjutnya, terjadi karena saat ini musim panen di sejumlah sentra penghasil sayuran. Di sisi lain, jumlah konsumen yang berbelanja menurun. Kondisi serupa juga terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Penurunan harga bukan hanya pada komoditas pertanian, melainkan juga daging sapi, dari semula Rp105 ribu menjadi Rp82.500 per kilogram.
"Komoditas pertanian yang harganya turun, dari bawang putih, semua jenis cabai, hingga beras," kata Plt Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Indrajaya Saputra. Sementara itu, harga bahan pokok tetap stabil di Klaten, Jawa Tengah, dan Kupang, serta Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
"Harga beras kualitas medium sejak akhir tahun lalu bertahan Rp10.500 dan kualitas premium Rp11 ribu-Rp12 ribu per kilogram," jelas Maryati, pedagang di Pasar Gede Klaten. Harga komoditas pertanian lain juga tidak bergerak, dari cabai rawit yang dihargai Rp15 ribu, cabai hijau Rp7.000, hingga cabai teropong Rp10 ribu per kilogram.
Komoditas yang terus mengalami kenaikan dalam beberapa pekan ini ialah gula pasir. Di Kupang, harganya sudah mencapai Rp19 ribu per kilogram, kemarin. "Harga minyak goreng, bawang merah, daging sapi, dan ayam potong masih sangat stabil," kata Pabea Pellokila, pedagang di Pasar Naikoten I, Kupang. (DG/LN/JS/PO/FB/UL/RF/YH/BB/BK/AS/N-3)
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
Tinjauan langsung penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Penurunan harga beras terjadi
MENJELANG perayaan Imlek 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif untuk memastikan ketersediaan bahan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas membangun kios pangan di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya sinergis dalam stabilisasi pasokan dan harga pangan.
Harga pangan yang relatif stabil di level tinggi telah mengikis daya beli masyarakat. Kondisi itu akan semakin buruk jika ke depan ada kenaikan biaya lain.
Komoditas seperti jagung yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved