Headline

Presiden sebut negara butuh kepolisian tangguh, unggul, bersih, dan dicintai rakyat.

Fokus

Puncak gunung-gunung di Jawa Tengah menyimpan kekayaan dan keindahan alam yang luar biasa.

Tiru India, Satpol PP Siap Pukul Pelanggar Dengan Rotan

Martinus Solo
23/4/2020 06:50
Tiru India, Satpol PP Siap Pukul Pelanggar Dengan Rotan
WALI Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, Lamberth Jitmau perintahkan Satpol PP pukul pelanggar protokol covid-19 dengan rotan.(MI/Martinus Solo)

WALI Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, Lamberth Jitmau memerintahkan memerintahkan Satpol PP, untuk membubarkan masyarakat yang berkerumun maupun berkumpul-kumpul dengan menggunakan rotan, seperti yang dilakukan di negara India. Kendati demikian pihaknya tetap membutuhkan aparat TNI-Polri untuk melakukan penertiban, mengingat pihaknya akan berhadapan dengan masyarakat yang mempunyai berbagai macam karakter.

"Yang kita hadapi nanti ini adalah masyarakat yang punya karakter yang berbeda, sehingga kami membutuhkan bantuan dari TNI Polri. Apalagi dalam jumlah kelompok yang banyak pasti ada perlawanan. Kita akan melakukan pendekatan secara persuasif terlebih dahulu. Kalau mereka tidak mengindahkan maka kami terpaksa mengambii tindakan tegas dengan menggunakan rotan," ujar Daniel, Kasatpol PP Kita Sorong, Rabu (22/4).

Ia menyatakan Satpol PP siap menjalankan instruksi Walikota Sorong. Apabila menggunakan rotan tidak menimbulkan efek jera, maka Satpol PP akan meminta bantuan Damkar untuk menyiram kerumunan. Selain membubarkan masyarakat yang sedang berkerumun atau berkumpul, pihaknya juga menertibkan para pedagang kaki lima yang berjualan di atas jam 22.00 WIT.

"Beberapa hari ini kita terkendala di kendaraan, tapi syukur Wali Kota Sorong sudah menambah kendaraan untuk Satpol PP untuk melakukan penertiban di jalan. Kami mendapatkan bantuan 2 mobil sehingga personel kita siap untuk melakukan penertiban," ujar Daniel.

baca juga: Pasar Wadai Layani Daring Selama Ramadan

Di samping itu, menjelang Ramadan ini pihaknya akan menertibakan masyarakat yang menjual takjil di pinggir jalan. 

"Untuk kegiatan enjualan takjil sepertinya sudah tidak lagi diizinkan karena situasi penyebaran virus korona di kota Sorong sudah sangat memprihatinkan. Jadi kita harus lakukan penertiban. Untuk personel Satpol PP yang diturunkan nanti sebanyak 74 orang," tegas  Daniel.(OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik