Minggu 12 April 2020, 21:34 WIB

45 Turis Asing Terjebak di Pulau Mentawai

Yose Hendra | Nusantara
45 Turis Asing Terjebak di Pulau Mentawai

MI/Yose Hendra
Pantai Kepulauan Mentawai

 

SEBANYAK 45 turis asing terjebak di Kepulauan Mentawai setelah kebijakan lockdown oleh pemerintah setempat.

Mereka kebanyakan adalah wisatawan yang menyalurkan hobi surfing di deburan ombak Mentawai. Para turis itu berasal dari, Eropa, Amerika Serikat dan Australia.

Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet mengatakan mereka tidak diizinkan keluar karena pihaknya mengetatkan orang keluar masuk, sebagai langkah pencegahan covid-19.

‘’Mereka masih di sini dan belum boleh keluar Mentawai. Di kampung mereka juga sudah lockdown. Dari pada mereka terkatung katung di kampungnya mending mereka di sini,’’ terang Yudas dalam jumpa pers dengan wartawan lewat video conference yang digelar IJTI Pengda Sumbar, Minggu (12/4)

Berhubung mereka terkurung di Kepulauan Mentawai, dikatakan Yudas, para turis tersebut disuruh beraktivitas di tempat mereka masing-masing dengan tertib dan tidak boleh kontak dengan masyarakat.

"Kita juga sudah melaporkan mereka ke pihak imigrasi agar mendapat izin tinggal sementara sampai kondisi memungkinkan," imbuhnya.

Sebab, bilang Yudas, mereka datang ke Mentawai untuk wisata. Sehingga dengan kondisi seperti sekarang, mereka diizinkan tinggal walaupun sudah habis izinnya.

"Mereka tinggal di resort dan tidak boleh kontak dengan masyarakat,’’ tukasnya.

Para turis itu tersebar di sejumlah resort penginapan yang berada di pulau dan jauh dari rumah penduduk.

"Semua dalam keadaan sehat. Mereka juga diberi makanan oleh masyarakat sekitar dengan meletakkannya di atas kapal, lalu turis itu menjemputnya sehingga tidak ada kontak," ungkap Yudas.

Yudas mengatakan Kepulauan Mentawai sudah menutup jalan masuk bagi pendatang sejak 31 Maret 2020. Bagi masyarakat Mentawai yang masuk bakal diberlakukan protokol kesehatan dengan ketat.Semua hotel dan penginapan dilarang menerima tamu.

"Kapal yang datang hanya bisa membawa bahan kebutuhan pokok, BBM, atau logistik untuk penanganan dan pencegahan covid-19," pungkasnya. (OL-2)

Baca Juga

dok.ist

Pengelola Homestay Desa Wisata di Sukabumi Kaget Sandiaga Gercep Respons Keluhan

👤Benny Bastiandy 🕔Minggu 25 September 2022, 18:58 WIB
MENPAREKRAF Sandiaga Uno bergerak cepat memberikan bantuan kasur dan sejumlah fasilitas homestay di Desa Wisata Hanjeli, Waluran, Kabupaten...
Antara

Lukas Enembe Ngotot Berobat ke Singapura

👤MGN 🕔Minggu 25 September 2022, 18:46 WIB
KPK malah berharap Lukas mau datang untuk diperiksa sebagai tersangka kasus korupsi, Senin...
dok.Ist

Lahan Siap, BIN Inisiasi Pembangunan Gedung PYCH di Manokwari

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 18:45 WIB
PEMKAB Manokwari Provinsi Papua Barat menghibahkan lahan seluas 2 hektar kepada Badan Intelijen Negara (BIN) untuk dibangun Gedung Papua...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya